Tangerang, CNN Indonesia --
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Banten, mencatat banjir yang melanda sejumlah wilayah menyebabkan 1.387 hektare lahan pertanian padi turut terdampak.
Dari total luas tersebut, sekitar 194,5 hektare dilaporkan mengalami puso atau gagal panen.
Kepala DPKP Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono mengungkapkan, ribuan hektare lahan pertanian terdampak banjir itu tersebar di 14 kecamatan, yakni Cisoka, Tigaraksa, Panongan, Jayanti, Balaraja, Sindang Jaya, Rajeg, Jambe, Sukadiri, Pakuhaji, Kronjo, Kresek, Kemiri, dan Mauk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Total lahan sawah yang terendam atau terdampak banjir mencapai 1.387 hektare, sementara yang terindikasi puso sekitar 194,5 hektare," ungkap Ujang, Rabu (28/1).
Ujang mengatakan pihaknya telah menyiapkan bantuan benih padi pengganti bagi kelompok tani yang mengalami gagal panen akibat banjir.
"Untuk lahan yang mengalami puso, kami sudah menyiapkan benih pengganti bagi kelompok tani terdampak," kata Ujang.
Ujang menambahkan, DPKP masih melakukan pendataan dan identifikasi lanjutan terhadap area persawahan yang terdampak banjir.
Proses tersebut dilakukan secara bertahap bersama penyuluh pertanian dari Kementerian Pertanian dengan mempertimbangkan prakiraan iklim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga pertengahan Februari 2026.
Sebagai langkah mitigasi, kata Ujang, pihaknya juga berkoordinasi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) untuk memantau kondisi lahan pertanian, baik saat banjir maupun pascabanjir.
"Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Pertanian Provinsi Banten dan Kementerian Pertanian terkait penanganan lahan pertanian yang mengalami gagal panen akibat bencana banjir, " jelas Ujang.
(dod/kid)

2 hours ago
1

















































