Tangerang, CNN Indonesia --
Banjir akibat luapan Sungai Cidurian meluas hingga merendam 10 RT di 2 RW Perumahan Taman Cikande, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (14/1).
Sebanyak 222 keluarga terdampak dan terpaksa mengungsi.
Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, ratusan hunian di Perumahan Taman Cikande terendam banjir dengan ketinggian berkisar 70 sentimeter hingga lebih dari 2 meter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Debit Sungai Ciduran terpantau terus meningkat dan mengalir ke permukiman warga.
Akibat banjir itu, ratusan warga korban banjir mulai meninggalkan huniannya dan mengungsi ke rumah tetangga yang tidak terendam. Untuk melakukan evakuasi, warga mengandalkan perahu darurat yang terbuat dari bambu dan galon.
Selain itu, warga bergotong-royong mendirikan pos pengungsian dan dapur umum darurat secara swadaya.
Ketua RW 03 Perumahan Taman Cikande, Victor Silaen, mengatakan banjir yang terjadi sejak Senin (12/1) terus meluas dan merendam ratusan rumah warga yang tersebar di 10 RT.
"Banjir di perumahan ini merendam 10 RT, total ada 222 keluarga yang mengungsi," ungkap Ketua RW setempat, Victor Silaen.
Victor memprediksi, banjir yang merendam wilayahnya ini akan berlangsung selama sepekan ke depan, mengingat Sungai Cidurian masih meluap hingga saat ini.
"Kalau yang di belakang itu sudah hampir se-atap rumah, itu bisa seminggu lebih surutnya," jelasnya.
Hingga saat ini, warga mengaku belum menerima bantuan berupa logistik, obat-obatan, maupun perahu evakuasi dari pemerintah daerah.
"Kami masih menunggu bantuan dari pemerintah. Kami sangat butuh sembako, obat-obatan dan perahu untuk evakuasi," tegasnya.
(dod/isn)

3 hours ago
1

















































