PANGKEP SULSEL - Musim hujan kembali membawa persoalan klasik di sejumlah wilayah, yakni munculnya jalan berlubang yang membahayakan pengguna jalan. Curah hujan tinggi membuat lapisan aspal cepat terkelupas, sementara genangan air sering menutupi lubang sehingga sulit terlihat oleh pengendara, terutama pada malam hari.
Warga mengaku resah karena kondisi tersebut kerap memicu kecelakaan, mulai dari kendaraan tergelincir hingga roda terperosok ke lubang jalan. Pengendara roda dua menjadi kelompok paling rentan, karena kehilangan keseimbangan saat melintasi jalan yang rusak dan licin akibat hujan.
Selain membahayakan keselamatan, jalan berlubang juga menghambat aktivitas ekonomi masyarakat. Distribusi barang menjadi terhambat, kendaraan cepat rusak, dan waktu tempuh semakin lama. Kondisi ini sangat dirasakan oleh warga yang setiap hari bergantung pada akses jalan tersebut untuk bekerja dan bersekolah.
Masyarakat berharap adanya penanganan cepat, setidaknya perbaikan darurat seperti penimbunan sementara dan pemasangan tanda peringatan. Langkah ini dinilai penting agar lubang jalan tidak semakin melebar dan risiko kecelakaan dapat ditekan selama musim hujan masih berlangsung.
Warga juga mengajak semua pihak untuk peduli terhadap kondisi jalan sebagai fasilitas umum. Dengan koordinasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan instansi terkait, diharapkan perbaikan permanen dapat segera dilakukan demi kenyamanan dan keselamatan bersama.
Musim hujan memang “musimnya” jalan berlubang 😅 Tapi ada beberapa cara penanganan yang bisa dilakukan, dari yang darurat sampai yang lebih permanen:
1. Penanganan darurat (saat hujan masih berlangsung)
Ini penting supaya lubang tidak makin melebar dan tidak membahayakan pengguna jalan.
Menutup lubang dengan sirtu/batu pecah lalu dipadatkan sementara
Gunakan cold mix (aspal dingin), bisa diaplikasikan meski kondisi lembap
Beri tanda peringatan (cat semprot, ban bekas, rambu darurat) agar pengendara waspada
Bersihkan genangan air di lubang sebelum ditutup
2. Perbaikan sementara tapi lebih kuat
Tambal sulam dengan aspal dingin berkualitas
Padatkan lapisan dasar (base course) sebelum penambalan
Perbaiki saluran drainase di sekitar jalan agar air tidak menggenang lagi
3. Penanganan permanen (setelah hujan reda)
Ini solusi jangka panjang agar lubang tidak muncul berulang.
Kupas bagian jalan yang rusak sampai lapisan dasar
Perkuat pondasi jalan (LPB/LPA)
Aspal hotmix dengan ketebalan sesuai standar
Normalisasi drainase (selokan, gorong-gorong)
4. Pencegahan agar tidak cepat rusak
Pastikan drainase jalan berfungsi baik
Lakukan pemeliharaan rutin sebelum musim hujan
Batasi kendaraan bermuatan berlebih
Gunakan material aspal tahan air dan cuaca
5. Peran masyarakat & pemerintah
Warga bisa melaporkan jalan berlubang lebih cepat ke desa/dinas terkait
Pemerintah desa/daerah bisa menyiapkan anggaran tanggap darurat jalan rusak
PANGKEP 5 Pebruari 2026
Herman Djide
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Jurnalis Nasional Indonesia Cabang Kabupaten Pangkajene Kepulauan Provinsi Sulawesi Selatan

6 days ago
8
















































