Herman Djide: Komunitas, Tulang Punggung Pembangunan Daerah Pangkep

2 weeks ago 16

PANGKEP SULSEL - Dalam perjalanan pembangunan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), peran komunitas sering kali terlupakan padahal memiliki dampak besar terhadap kemajuan daerah. Komunitas bukan hanya sekadar kumpulan orang dengan minat yang sama, tetapi juga wadah solidaritas sosial, sumber inspirasi, dan penggerak nyata dalam pembangunan masyarakat. Di tengah dinamika pembangunan yang terus berkembang, komunitas menjadi energi sosial yang tak ternilai bagi keberlanjutan Pangkep.

Komunitas hadir di berbagai lini kehidupan masyarakat — mulai dari komunitas petani, nelayan, UMKM, pemuda, perempuan, hingga komunitas lingkungan, seperti Komunitas Pangkep Agro Lestari yang memproduksi pupuk cair organik BioSubur, dan komunitas lainnya. 

Mereka memiliki kesamaan visi untuk memperbaiki kondisi hidup bersama dan memajukan daerahnya. Di sinilah letak kekuatan komunitas: mereka bergerak dari bawah, memahami kebutuhan nyata masyarakat, dan bertindak sesuai konteks lokal yang sering kali luput dari perhatian birokrasi.

Dalam konteks pembangunan daerah Pangkep, komunitas menjadi mitra strategis pemerintah. Program-program pembangunan seperti penurunan angka stunting, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga peningkatan ketahanan pangan akan lebih efektif bila melibatkan komunitas. Mereka bukan hanya pelaksana, tetapi juga pengawas sosial yang memastikan setiap kebijakan pemerintah benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.

Selain sebagai pelaksana, komunitas juga berfungsi sebagai penyampai aspirasi rakyat. Suara dari komunitas sering kali lebih jujur dan konkret karena lahir dari pengalaman langsung di lapangan. Ketika pemerintah daerah mendengar komunitas, maka pembangunan menjadi lebih partisipatif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Komunitas juga berperan penting dalam mendorong inovasi lokal. Banyak ide kreatif lahir dari ruang-ruang diskusi sederhana di antara anggota komunitas. Misalnya, inovasi olahan hasil laut, pengembangan wisata berbasis alam, atau kegiatan pelestarian lingkungan di wilayah kepulauan Pangkep. Semua itu adalah contoh bagaimana kreativitas masyarakat dapat memperkuat ekonomi daerah tanpa harus bergantung pada bantuan besar dari luar.

Lebih dari sekadar ekonomi, komunitas adalah penjaga nilai-nilai sosial dan budaya. Mereka menanamkan semangat gotong royong, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama. Di tengah modernisasi yang cenderung individualistis, komunitas menjadi ruang hangat untuk menjaga jati diri masyarakat Pangkep yang dikenal ramah, terbuka, dan penuh kebersamaan.

Komunitas pemuda pun memiliki peran strategis dalam pembangunan. Mereka adalah generasi penerus yang siap membawa ide-ide segar dan inovatif. Karang taruna, komunitas digital, maupun kelompok wirausaha muda Pangkep bisa menjadi motor penggerak ekonomi kreatif daerah jika diberi dukungan dan ruang untuk berkembang. Dengan semangat kolaboratif, anak muda mampu membawa wajah baru bagi pembangunan Pangkep yang berdaya saing.

Di sisi lain, komunitas juga menjadi pelindung lingkungan. Melalui kegiatan seperti pembersihan pantai, penanaman pohon, atau edukasi pengelolaan sampah, komunitas membantu menjaga ekosistem yang menjadi penopang utama kehidupan masyarakat Pangkep — baik di daratan maupun kepulauan. Upaya sederhana ini memiliki dampak besar terhadap keberlanjutan pembangunan jangka panjang.

Kekuatan komunitas terletak pada kemampuan mereka membangun kepercayaan. Di saat masyarakat sering kali skeptis terhadap kebijakan pemerintah, komunitas mampu menumbuhkan kembali optimisme bahwa perubahan bisa dimulai dari hal kecil. Ketika komunitas dipercaya dan difasilitasi, mereka akan melahirkan energi sosial yang luar biasa untuk membangun daerah.

Namun, dukungan pemerintah tetap menjadi kunci utama agar komunitas dapat berkembang. Pemerintah daerah perlu memberikan ruang kolaborasi yang luas, memfasilitasi pelatihan, pendanaan, dan akses pasar bagi komunitas-komunitas lokal. Pembangunan yang berorientasi pada masyarakat tidak bisa berjalan efektif tanpa keterlibatan aktif komunitas sebagai mitra sejajar.

Sinergi antara pemerintah, swasta, dan komunitas harus terus diperkuat. Ketiganya ibarat tiga pilar yang menopang rumah besar bernama pembangunan daerah. Jika salah satu rapuh, maka bangunan itu tidak akan kokoh. Dengan kolaborasi yang baik, Pangkep bisa menjadi daerah yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga berkarakter dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, komunitas adalah denyut nadi pembangunan daerah. Mereka bergerak tanpa pamrih, bekerja dalam senyap, namun hasilnya terasa nyata. Pemerintah dan masyarakat harus melihat komunitas bukan sekadar pelengkap, tetapi sebagai tulang punggung pembangunan Pangkep yang sejati — tempat di mana semangat kebersamaan tumbuh, dan cita-cita kemajuan daerah menjadi kenyataan.

Pangkep 13 Nopember 2025

Herman Djide 

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Jurnalis Nasional Indonesia Cabang Kabupaten Pangkajene Kepulauan Provinsi Sulawesi Selatan 

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |