Jakarta, CNN Indonesia --
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa pemerintah adalah objek kritik yang sah dalam sistem demokrasi. Menurut Mega, kritik terhadap pemerintah bukan serangan personal.
Namun, Megawati mengingatkan kritik tetap harus disampaikan dengan basis data, empirik, nilai-nilai ideologis, dan bukan provokasi.
"Dalam menjalankan peran tersebut, saya tegaskan: pemerintahan bukan musuh personal. Pemerintahan adalah objek kritik kebijakan yang sah dalam sistem demokrasi," kata Megawati dalam arahannya di penutupan Rakernas I PDIP, Ancol, Jakarta, Senin (12/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, Megawati juga mengingatkan PDIP tak boleh reaktif, apalagi destruktif. Menurut dia, PDIP harus tampil sebagai kekuatan penyeimbang, namun tetap dewasa.
Di hadapan ribuan kadernya, Mega bilang PDIP tidak bertujuan menciptakan instabilitas. Namun, partainya juga tak akan membiarkan stabilitas dibangun dengan mengorbankan demokrasi.
"Menghadapi kekuasaan, perjuangan partai tidak dijalankan dengan kemarahan, bukan dengan serangan personal, dan bukan dengan konfrontasi kosong," katanya.
Menurut Megawati, cara-cara itu justru menjauhkan dari watak kenegarawanan. Mega bilang garis perjuangan PDIP adalah perjuangan gagasan, moral, dan keberpihakan pada rakyat.
Megawati menyerukan perubahan diskursus politik nasional. Menurut dia, politik tidak boleh direduksi hanya menjadi urusan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Politik, lanjut dia, juga harus berbicara keadilan sosial, keadilan ekologis, dan kualitas demokrasi.
"PDI Perjuangan harus menjadi tempat rakyat mencari keadilan, ketika negara tampak kuat secara institusi, tetapi lemah dalam rasa keadilan," katanya.
(thr/isn)

2 hours ago
2

















































