Panitia Buka Suara soal Dugaan Diskriminasi WNI di Event Lari Bali

2 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Panitia komunitas event lari di kawasan Canggu, Kita Utara, Canggu, Bali angkat suara soal dugaan diskriminasi mereka terhadap warga negara Indonesia (WNI) usai ditolak ikut serta dalam event tersebut.

Lewat unggahan di akun Instagram, komunitas yang mengatasnamakan Entourage tersebut, membantah tudingan diskriminasi dengan menolak WNI yang coba berikutserta.

Mereka mengaku menyesal atas kekecewaan sejumlah pihak yang gagal ikut serta dalam event, dan sekaligus membantah tudingan diskriminasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertama dan terpenting, kami sangat menyesal atas orang-orang yang telah tersinggung dan terluka, dan kami tidak pernah bermaksud untuk tidak menghormati atau melakukan diskriminasi terhadap siapa pun," tulis Entourage dalam unggahannya.

Mereka menjelaskan, Entourage dibangun sebagai komunitas bagi para digital nomad yang baru datang di Bali. Mereka mengaku hanya ingin menghubungkan para digital nomad melakukan aktivitas menyenangkan bersama.

Menurutnya, menjadi digital nomad tidak didefinisikan oleh kewarganegaraan. Apalagi, Entourage mereka mencakup anggota dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

"Beberapa acara kami selalu terbuka dan gratis untuk diikuti siapa saja, sementara yang lain memiliki persyaratan partisipasi berdasarkan tujuan acara tersebut. Misalnya, acara tertentu dirancang khusus untuk para pekerja lepas digital, sementara yang lain, seperti jalan santai dan lokakarya untuk wanita, ditujukan khusus untuk peserta perempuan," katanya.

Misalnya, mereka menyebut klub lari yang mereka buat pada umumnya gratis dan terbuka untuk semua orang tanpa perlu pendaftaran. Sementara, acara khusus yang dibuat pada Rabu (22/7) lalu, dan menuai kritik, adalah event Disco Silent Run, sebagai acara berbayar pertama.

Dalam event tersebut, peserta WNI merupakan mayoritas dengan persentase mencapai 25 persen. Namun, mereka mengaku mengahadapi masalah teknis dalam persetujuan otomatis untuk grup WhatsApp dan acara non-aktif.

"Meskipun kami mencoba menciptakan tempat di mana para digital nomad dapat bertemu, terjadi bias yang menyebabkan beberapa (dan bukan semua) nomor +62/orang Indonesia ditolak secara tidak benar," katanya.

Entourage menegaskan akan selalu membangun komunitas inklusif dan memberikan kontribusi positif bagi Bali. Misalnya, mereka, mengaku juga berkolaborasi dengan pengusaha dan badan amal lokal setiap pekan.

Kini, Entourage telah menghentikan semua acara dan kegiatan. Mereka mengaku juga bertanggung jawab atas kekeliruan dan tudingan diskriminasi kepada WNI.

"Kami menghentikan sementara semua acara dan kegiatan kami. Kami bertanggung jawab penuh atas apa yang telah terjadi dan berjanji akan melakukan perubahan nyata ke depannya," katanya.

Duduk perkara

Sebelumnya, tudingan diskriminasi itu mencuat setelah beredar tangkapan layar percakapan yang menunjukkan calon peserta diseleksi berdasarkan kewarganegaraan. Dalam tangkapan layar yang beredar, seseorang yang mengaku warga Indonesia ditolak dengan alasan tidak dapat diberikan akses ke komunitas tersebut.

Sementara, dalam salah satu tangkapan layar lain yang beredar di Instagram, seseorang yang mengaku warga Jerman pengajuannya malah diterima.

Postingan tersebut memicu protes dan pertanyaan warganet soal dugaan pembatasan peserta berdasarkan kewarganegaraan. Anggota DPD RI asal Bali, Ni Luh Djelantik melayangkan protes keras atas dugaan diskriminasi tersebut. Dia meminta Imigrasi Bali, Ngurah Rai, dan Polda Bali turun tangan.

Ni Luh mengaku telah melayangkan laporan kepada Imigrasi dan Polda Bali atas dugaan diskriminasi yang dilakukan para WNA dalam event tersebut. Dia juga meminta aparat kepolisian mendalami dugaan kegiatan itu yang tak berizin.

"Dan kepada para WNA yang tidak menerima keanggotaan WNI, kalian melakukannya di Bali, ini adalah tanah air kami," ujar Ni Luh lewat akun instagramnya.

[Gambas:Instagram]

(thr/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |