Pemkot Tangsel Bakal Perpanjang Status Tanggap Darurat Sampah

1 day ago 8

Tangerang Selatan, CNN Indonesia --

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan, Tubagus Asep Nurdin menyebutkan status tanggap darurat pengelolaan sampah di Tangsel akan diperpanjang.

Sebelumnya, masa berlaku tanggap darurat berlaku dari 23 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Kendati demikian Asep belum menyebutkan durasi perpanjangan status tanggap darurat terbaru.

"Perpanjangan ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kebersihan tetap maksimal dan kondisi kota kembali normal sepenuhnya," sebutnya Asep kepada wartawan, Rabu (7/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Asep mengungkapkan alasan memperpanjang status tanggap darurat karena berdasarkan hasil evaluasi menunjukkan masih adanya tumpukan sampah di sejumlah titik.

"Masih adanya tumpukan sampah sehingga perlunya penanganan ekstra agar pengangkutan dan pembersihan berjalan optimal," katanya.

Pihaknya mengakui di sejumlah ruang publik khususnya pasar-pasar tradisional masih ditemukan tumpukan sampah.

Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor. Antara lain volume sampah yang sangat tinggi setiap hari, pola penumpukan sampah pasar yang berlangsung terus-menerus, serta keterbatasan pengangkutan pada jam-jam tertentu.

"Namun demikian, situasi tersebut tidak dibiarkan. Saat ini kami melakukan penebalan armada dan penambahan ritasi khusus untuk pasar-pasar tradisional, termasuk penyesuaian jam angkut agar tidak menunggu penumpukan terlalu besar," terangnya.

Ke depan, lanjutnya, pengelolaan di hulu juga akan diperkuat melalui pengaturan TPS pasar, pemilahan, serta peningkatan peran pengelola pasar agar sampah tidak menumpuk di ruang publik.

Ia juga menegaskan penegakan hukum tetap berjalan. Namun diakui pendekatannya saat ini masih mengedepankan upaya persuasif dan edukatif. Fokus utama selama masa tanggap darurat adalah pengangkutan dan pembersihan sampah agar kondisi kota segera pulih.

"Sehingga penindakan belum dilakukan secara masif," ucapnya.

Asep bilang setelah situasi lebih terkendali, penegakan aturan akan diperkuat melalui teguran langsung, sosialisasi intensif, hingga tindakan sesuai ketentuan bagi pelanggar.

"Kami juga akan melibatkan pengelola pasar, RT/RW, dan aparat kewilayahan agar pengawasan lebih efektif dan perilaku buang sampah sembarangan dapat ditekan," tegas Asep Nurdin.

Sebelumnya, gunungan sampah di Jalan Dewi Sartika, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten tepatnya depan Pasar Cimanggis muncul lagi. Bahkan terpantau sudah menumpuk hingga ke separuh badan jalan.

Setiap pengendara motor yang melintas banyak yang menutup hidung. Warga pengguna jalan sudah merasa sangat terganggu akibat aroma bau busuk menyengat.

(arl/dal)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |