Pengungsi Banjir Longsor di Aceh Terancam Kelaparan

14 hours ago 3

Aceh, CNN Indonesia --

Warga Kabupaten Aceh Tengah hingga Bener Meriah dihadapkan dengan krisis logistik setelah sepekan bencana banjir dan longsor menerjang daerah itu.

Terputusnya jalur darat ke wilayah itu membuat daerah ini terisolir total dan hanya bisa ditembus lewat udara.

Apalagi di Bener Meriah jumlah pengungsi yang mencapai 10 ribu jiwa terancam kelaparan. Hal itu juga terjadi di wilayah parah dan terisolir seperti sebagian di Aceh Utara, Aceh Tamiang, Gayo Lues hingga Aceh Singkil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar mengatakan stok logistik di daerah itu hanya bisa bertahan 2 hari ke depan. Jika bantuan tidak datang di khawatirkan akan bertambah korban jiwa.

"Jika dalam 2 hari lagi belum juga mendapatkan bantuan logistik makanan, maka stok makanan saat ini tidak dapat mencukupi seluruh kebutuhan warga," kata Tagore dalam keterangannya, Minggu (30/11).

Sementara itu Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga menyampaikan bahwa daerahnya menghadapi krisis logistik dan kemanusiaan yang mendesak.

Sebab, bantuan yang diminta pihaknya ke Pemerintah Aceh dan Pusat tak kunjung datang. Sementara korban mulai berjatuhan.

"Daerah terisolir kini kekurangan logistik. Ditambah lagi, seluruh stok BBM di kabupaten kami telah habis. Ini sangat menghambat upaya mobilisasi tim penolong," kata Haili Yoga kepada wartawan, Minggu (30/11).

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah juga mengungkapkan frustrasi terkait upaya pengiriman bantuan dari luar daerah.

Logistik bantuan yang sangat dibutuhkan, yang sudah tiba di Banda Aceh dilaporkan belum berhasil menjangkau Aceh Tengah.

"Kami terus memohon agar bantuan logistik segera tiba. Kami mendapat informasi bahwa upaya penerbangan helikopter untuk menyalurkan bantuan hari ini gagal mendarat di wilayah Aceh Tengah," katanya.

Seorang warga Kecamatan Tanah Pasir, Aceh Utara, Amran mengatakan kondisi warga di pengungsian cukup memprihatinkan karena logistik belum juga datang.

Ia khawatir jumlah korban akan terus berjatuhan bukan karena banjir tapi kelaparan.

"Jangan sampai warga yang masih hidup ini meninggal bukan karena terseret banjir, tapi kelaparan," kata Anwar. 

Data terbaru yang dihimpun BNPB per Sabtu (29/11) pukul 17.40 WIB, mencatat banjir dan longsor di wilayah Aceh telah menyebabkan 47 korban meninggal dunia, 51 orang hilang, dan 8 luka-luka.

Korban terbanyak berasal dari Bener Meriah, Aceh Tenggara, dan Aceh Tengah. Korban meninggal juga terdapat di Pidie Jaya, Bireun, Gayo Lues, Subulussalam dan Lhokseumawe.

Sementara untuk jumlah pengungsi yang terdampak di wilayah Aceh mencapai puluhan ribu jiwa.

BNPB sementara itu masih terus berupaya menjangkau lokasi terdampak banjir dan tanah longsor di wilayah Provinsi Aceh. Hari ini, Minggu (30/11) bantuan logistik dan peralatan dikirimkan melalui jalur laut.

Bantuan ini diberangkatkan dari Pelabuhan Ulee Lhueu di Banda Aceh dengan menggunakan kapal Express Bahari. Direncanakan bantuan via jalur laut ini akan menjangkau lima wilayah yakni Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Kota Langsa dan Aceh Tamiang.

Total bantuan seberat 27 ton ini akan berhenti di dua lokasi yakni Pelabuhan Krengkuku untuk menjangkau wilayah Aceh Utara, Lhouksumawe serta Pelabuhan Kuala Langsa untuk menjangkau Kota Langsa, Aceh Timur dan Aceh Tamiang.

Untuk logistik yang dibawa ke Pelabuhan Krengkuku pada tahap awal, terdiri dari tenda 5 set, genset 1 unit, starlink 1 unit, perahu 1 unit, makanan siap saji 50 dus, hygiene kit 33 paket, baby kit 5 paket, pampers anak 8 karton, pembalut wanita 10 karton, milku 50 pack, minyak goreng 5 dus, kelambu 2 karung, terpal 3 karung, tenda family 3 set, velbed 3 karung, wafer 5 dus, regal 1 dus, malkist 3 dus, beras 5 karung, dan air mineral 100 karton.

Lebih lanjut logistik yang dibawa ke Pelabuhan Kuala Langsa pada tahap awal, terdiri dari tenda 5 set, perahu 3 unit, makanan siap saji 50 dus, hygiene kit 33 paket, baby kit 5 paket, pampers anak 8 karton, pembalut wanita 10 karton, milku 50 pack, minyak goreng 5 dus, kelambu 2 karung, terpal 3 karung, tenda family 2 set, velbed 3 karung, wafer 5 dus, regal 1 dus, malkist 3 dus, dan beras 5 karung.

(dra/gil)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |