Sukabumi, - Dede Rukaya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi, memberikan penjelasan terbaru terkait rencana perbaikan Jembatan Bojongkopo yang amblas akibat banjir bandang. Setelah kajian mendalam, opsi pemasangan Jembatan Bailey sebagai solusi darurat digantikan dengan rencana pembangunan jembatan permanen. Untuk sementara, jembatan kecil akan dibangun di sebelah kiri untuk pejalan kaki dan pengendara roda dua. Perbaikan ini menjadi prioritas guna memulihkan konektivitas wilayah Palabuhanratu dan Pajampangan serta memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan selama proses konstruksi. Pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini dengan kualitas yang maksimal, Rabu, 26 Maret 2025.
Pada 6 Maret 2025 – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi, Dede Rukaya, memberikan perhatian serius pada rencana perbaikan Jembatan Bojongkopo, yang amblas akibat banjir bandang. Langkah-langkah perbaikan ini sekaligus mengklarifikasi rencana awal penggunaan Jembatan Bailey sebagai solusi darurat. Sebelumnya, opsi Bailey disampaikan oleh Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jabar-DKI Jakarta untuk mengatasi kerusakan.
Namun, setelah kajian lebih mendalam di lapangan, Dede mengungkapkan bahwa pemasangan Jembatan Bailey dinilai terlalu rumit dan kurang efisien. "Setelah ke lapangan, ternyata pemasangan Bailey jadi lebih ribet. Jadi mending jembatan baru saja. Kemudian jembatan sementara untuk orang dan roda dua dibuatkan di sebelah kiri jembatan, rencananya jadi seperti itu, " jelasnya.
Kerusakan Jembatan Bojongkopo disebabkan oleh terjangan banjir bandang yang meluap dari Sungai Cidadap setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Tembok penahan tanah (abutmen) di ujung pilar jembatan terkikis, sehingga mengakibatkan amblasnya struktur jembatan yang merupakan akses penghubung vital antara Palabuhanratu dan Pajampangan.
Rencana perbaikan kini diarahkan pada pembangunan jembatan permanen yang kokoh dan dapat bertahan lama. Sementara itu, jembatan sementara akan dibangun di sebelah kiri untuk memastikan mobilitas masyarakat, khususnya bagi pejalan kaki dan pengendara roda dua, tetap terjaga selama proses konstruksi berlangsung.
Sebagai infrastruktur strategis, perbaikan Jembatan Bojongkopo menjadi prioritas pemerintah daerah untuk memulihkan konektivitas wilayah dan mendukung aktivitas ekonomi. Dengan perencanaan yang matang, langkah ini diharapkan tidak hanya mengembalikan fungsi jembatan, tetapi juga meningkatkan keselamatan pengguna jalan di masa depan. Pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini secepat mungkin dengan tetap menjaga kualitas.