Jakarta, CNN Indonesia --
Kepolisian Daerah Bengkulu melakukan autopsi dan pengambilan sampel DNA terhadap jenazah tanpa identitas yang ditemukan di pesisir Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, untuk mengetahui identitas dan penyebab kematiannya.
"Kami sampaikan pada hari ini sedang dilakukan autopsi dari jenazah yang ditemukan tanpa identitas di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara. Sementara ini untuk jenazah tengah dilakukan autopsi oleh Biddokkes Polda Bengkulu," kata Kepala Bidang Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Imam Wijayanto di Kota Bengkulu, Senin.
Polda Bengkulu juga berkoordinasi dengan kepolisian di wilayah Lampung terkait kemungkinan keterkaitan antara penemuan jenazah tersebut dan rombongan lima jurnalis beserta tiga kru yang masih dalam pencarian setelah hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Imam menegaskan hingga kini belum dapat dipastikan apakah jenazah yang ditemukan tersebut merupakan salah seorang dari rombongan yang hilang.
"Kami belum bisa memastikan (apakah jenazah tersebut merupakan jurnalis yang hilang), tapi Dirkrimsus dan Kabid Dokes Polda Bengkulu sudah berkoordinasi dengan Polda Lampung untuk meminta ciri-ciri atau sampel yang ada dari sana," katanya.
Menurut Imam, berdasarkan pemeriksaan sementara, jenazah tersebut bukan warga setempat di Pulau Enggano.
Proses autopsi dan pemeriksaan lebih lanjut dilakukan untuk mengungkap identitas serta penyebab kematian jenazah tersebut.
Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bengkulu Muslikun Sodik mengatakan jenazah diterbangkan dari Pulau Enggano menuju Kota Bengkulu menggunakan pesawat Susi Air, Senin.
Pesawat lepas landas dari Bandara Enggano menuju Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu pada pukul 07.58 WIB dengan didampingi dua petugas kepolisian.
Jenazah selanjutnya dibawa untuk menjalani pemeriksaan guna memastikan identitas dan penyebab kematiannya.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea sementara itu mengatakan jenazah tersebut saat ini tengah dicocokkan dengan DNA rombongan lima jurnalis yang hilang kontak di sekitar Anak Krakatau. Proses pencocokan masih berlangsung.
"Kita menunggu pencocokan DNA yang sudah diambil dari keluarga teman-teman yang hilang kontak. Kita akan melakukan pencocokan, kami mohon waktu untuk bisa menjelaskan setelah keluar tes DNA dari Polda Bengkulu," kata Maruli dikutip detikcom di Pandeglang, Senin (14/9).
Sebelumnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan Bengkulu menerima laporan penemuan jenazah tanpa identitas di kawasan pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Sabtu (12/9).
Sementara itu, lima jurnalis bersama tiga kru masih dalam pencarian setelah kapal cepat yang mereka tumpangi hilang kontak saat melakukan perjalanan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Rombongan tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin (7/9), sekitar pukul 14.00 WIB. Komunikasi dengan rombongan kemudian terputus dan operasi pencarian dilakukan tim SAR gabungan.
(ynd/antara/gil)

5 hours ago
6

















































