CNN Indonesia
Kamis, 01 Jan 2026 14:26 WIB
Presiden Prabowo Subianto mengkoreksi penyebutan uang lelah yang diberikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kepada prajurit TNI yang bertugas di lokasi bencana Sumatra. (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)
Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Prabowo Subianto mengkoreksi penyebutan uang lelah yang diberikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kepada prajurit TNI yang bertugas di lokasi bencana Sumatra.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat koordinasi saat meninjau pembangunan hunian Danantara di Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mulanya Kepala BNPB Letjen Suharyanto melaporkan bahwa setiap prajurit TNI yang bertugas mendapat uang makan dan uang lelah sebesar Rp165 ribu.
"Para Prajurit di lapangan mendapat uang makan dan uang lelah, Bapak, uang saku. Per orang Rp 165 ribu. Kemudian pergeseran pasukan dari homebase," ujarnya.
Prabowo lantas mengoreksi penyebutan uang lelah yang disampaikan Suharyanto. Menurutnya, tidak ada istilah lelah bagi setiap personel TNI dalam penanganan bencana.
Prabowo menyebut uang yang diberikan kepada para anggota TNI tersebut adalah uang semangat.
"Kalau tentara jangan uang lelah ya, karena tertara nggak boleh lelah," tutur Prabowo.
"Uang saku, Bapak, siap," jawab Suharyanto.
"Uang semangat, tidak mengenal lelah. Tidak mengenal lelah, berbakti kepada negara dan bangsa. Oke, lanjut," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Suharyanto menjelaskan Mabes TNI telah mengajukan anggaran sebesar Rp84,16 miliar kepada BNPB. Akan tetapi, ia mengakui anggaran yang disalurkan memang baru sebesar Rp26,7 miliar.
"Bukan uangnya tidak ada, karena pertanggungjawaban keuangan di tanggal 31 (Desember) kan harus selesai, Bapak, nanti dimulai lagi di tanggal 1 (Januari) ini, Bapak, jadi tidak ada masalah untuk segi keuangan," ujarnya.
(fra/tfq/fra)

6 hours ago
2

















































