Pramono Minta Satpam Tegur Alphard Terobos Lampu Merah Tak Dihukum

5 hours ago 14

Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah video yang merekam sebuah mobil Toyota Alphard menerobos lampu lalu lintas di pelican crossing Halte Bundaran HI di seberang Hotel Pullman, Jalan M Thamrin, Jakarta Pusat.

Aksi pengendara itu dinilai membahayakan para pejalan kaki yang sedang menyeberang di zebra cross pelican crossing tersebut, sehingga ditegur penjaga keamanan atau satpam di lokasi. Namun, dalam video viral dinarasikan sejumlah orang dari Alphard hitam bernomor polisi D 1828 XHQ itu justru diduga mengintimidasi satpam yang menegur.

Merespons video viral dan polemik yang terjadi seputar dugaan intimidasi, Gubernur DKI Jakarta mengaku sudah mengecek berulang-ulang rekaman kamera pengawas (CCTV) terkait peristiwa tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pramono pun memilih membela satpam penegur pengemudi Alphard, dan memintanya tak diberhentikan dari pekerjaannya terkait polemik yang terjadi.

"Kebetulan saya menonton secara berkali-kali satpam yang ada di depan dekat dengan penyeberangan Pullman ke Grand Hyatt. Dan dari data CCTV yang juga kita miliki sebenarnya lebih lengkap dari apa yang viral tadi," ujar Pramono kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Jumat (24/7).

"Yang pertama adalah untuk nasibnya satpam, saya akan meminta untuk tidak dipecat atau diberhentikan," tambahnya.

Menurut Pramono, satpam tersebut  justru menjalankan tugas menjaga keamanan dan keselamatan penyeberang jalan.

Di sisi lain, dia menyebut justru sopir Alphard itulah yang salah. Bahkan, sambungnya, diduga mobil Alphard itu menggunakan nomor polisi palsu atau tak sesuai kendaraan aslinya.

"Bahkan yang bersangkutan sebenarnya malah menjalankan tugas dengan baik sekali. Dan terlihat bahwa mobil Alphard itulah yang kemudian melanggar. Dan kemudian kami juga mendapatkan laporan bahwa mobil yang pakai pelat itu adalah pelat palsu," ucapnya.

Oleh karena itu, Pramono pun memberikan pesan khusus kepada jajaran penegak hukum yang menangani perkara tersebut. Dia meminta penegak hukum memberikan sanksi kepada sopir Alphard yang menerobos lampu merah.

Menurut Pramono menyampaikan apabila kasus tidak bisa diselesaikan secara baik, maka sopir Alphard akan merasa berkuasa dan tidak merasa bersalah atas perbuatan tersebut.

"Sehingga dengan demikian orang yang menegur harusnya yang diberikan sanksi, dan saya sudah minta untuk aparat penegak hukum. Kalau kemudian ini tidak bisa diselesaikan secara baik, ya tentunya yang melakukan seakan-akan berkuasa begitu padahal dia salah, itu harus diberi sanksi," ucapnya.

"Jadi untuk satpamnya sekali lagi saya minta untuk tidak dipecat dan tetap dipekerjakan seperti biasa. Karena satpam inilah yang menjalankan tugas dan semua orang melihat dari CCTV maupun CCTV yang lebih lengkap yang sebenarnya dimiliki oleh Pemerintah DKI Jakarta. Wajahnya yang marah juga kita sudah tahu sekali," sambung politikus PDIP itu.

Sebelumnya, terkait dugaan nopol palsu Alphard bermasalah tersebut,Ditlantas Polda Metro Jaya pun turun tangan.'

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani mengatakan pihaknya bakal memanggil pengemudi mobil Alphard, termasuk pihak sekuriti guna dimintai keterangan atas insiden yang terjadi.

"Saya akan melakukan panggilan klarifikasi kepada pemilik Alphard. Kemudian panggilan klarifikasi kepada sekuriti yang terlibat cekcok dengan sopir Alphard. Setelah itu kita akan konfrontir di Subdit Gakkum," ucap Ojo dalam keterangannya, Kamis (23/7).

Ojo mengatakan dalam pemanggilan tersebut pihak akan mendalami peristiwa itu secara menyeluruh. Termasuk, soal dugaan penggunaan pelat palsu di mobil Alphard tersebut.

"[Pemeriksaan] semua, terkait dengan peristiwa itu, baik peristiwanya, kendaraan yang digunakan, pasal-pasal yang akan kita sangkakan, dan lain-lain," ujarnya.

Berdasarkan penelusuran CNNIndonesia.com pada fitur Layanan Samsat di situs resmi Bapenda Jabar (https://bapenda.jabarprov.go.id/infopkb), nomor polisi yang dipakai terdaftar untuk mobil merek Daihatsu, warna silver metalik, model S401RV-ZMDEJJ HJ.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan persoalan dugaan ketegangan antara orang di dalam Alphard dan satpam itu telah dimediasi di pos polisi Thamrin atau pos polisi Bundaran HI.

Braeil mengatakan pihak Alphard dan satpam itu mendatangi pos polisi untuk meminta bantuan penyelesaian masalah atau mediasi. Selanjutnya, kedua belah pihak sepakat berdamai dan saling memaafkan serta berjabat tangan.

"[Masalah] sudah diselesaikan secara kekeluargaan dibantu mediasi oleh Kapospol di Pospol Thamrin. Setelah selesai, pengendara mobil melanjutkan perjalanannya dan security kembali bekerja," ucap dia kepada wartawan, Kamis kemarin.

Baca berita lengkapnya di sini.

(tim/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |