Pramono Tegaskan DKI Siaga Antisipasi Superflu Walau Masih Nol Kasus

1 day ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pemerintah provinsi di wilayah ibu kota RI itu tetap siaga antisipasi 'superflu' atau infeksi virus Influenza subclade K.

Per Selasa (6/1) kemarin, dia menyatakan DKI masih belum ada catatan pasien terinfeksi superflu. Namun, sambungnya, itu tak akan menurunkan kewaspadaan Pemprov DKI.

Pramono mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi serta kesiapsiagaan untuk menghadapi potensi risiko penularan superflu di Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya secara khusus sudah meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan, Bu Ani untuk mempersiapkan itu. Memang sampai hari ini dari laporan yang ada di Jakarta belum ada, toh kalau ada pun kita juga harus bersiap," ujar Pramono di Taman Gapura Muka Cakung, Jakarta Pusat, Selasa (6/1).

Pramono mengaku telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin terkait langkah-langkah antisipasi menghadapi superflu di wilayah ibu kota negara.

"Kemarin saya juga sudah berkomunikasi dengan Bapak Menteri Kesehatan, sehingga dengan demikian Jakarta untuk mengantisipasi itu sudah kami lakukan, karena memang secara khusus saya sudah memanggil Ibu Dinas Kesehatan untuk hal yang berkaitan dengan superflu itu," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan telah mendeteksi kasus 'superflu' infeksi Influenza subclade K di Indonesia. superflu itu heboh karena penularannya yang melonjak di sejumlah negara Eropa hingga Amerika.

Sementara di Indonesia, Kemenkes menyatakan kasus terkonfirmasi sejak Kamis (25/12) lalu.

"Pada tanggal 25 Desember 2025, Balai Besar Laboratorium Kesehatan melaporkan telah ditemukan Influenza A (H3N2) clade 3C.2a1b.2a.2a.3a 1/K, atau yang dikenal dengan subclade K," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyakit Menular Kemenkes Prima Yosephine pada 30 Desember 2025 lalu.

Hingga akhir Desember 2025 lalu, Kemenkes mengaku telah mencatat ada 62 kasus infeks 'superflu' yang tersebar di delapan provinsi di Indonesia.

Juru bicara Kemenkes RI Widyawati menjelaskan temuan tersebut berasal dari laporan 88 sentinel influenza like illness (ILI) dan severe acute respiratory infections (SARI) yang tersebar di seluruh Indonesia, meliputi puskesmas, balai kesehatan, dan rumah sakit.

Berdasarkan pemeriksaan dari 88 sentinel ILI SARI di seluruh Indonesia yang diperiksa di laboratorium kesehatan masyarakat serta laboratorium rujukan berstandar biosafety level 3 (BSL-3), hingga akhir Desember tercatat total 62 kasus di delapan provinsi," ujar Widyawati, Rabu (31/12) melansir detikjogja.

Dari delapan provinsi tersebut, kasus terbanyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Ketiga wilayah tersebut merupakan provinsi dengan kasus terbanyak dengan temuan superflu berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.

Perilaku hidup bersih dan sehat

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengimbau kepada masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk mencegah penularan superflu.

Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengatakan penerapan PHBS seperti cuci tangan pakai sabun, pakai masker jika sakit, terapkan etika batuk, hingga asupan nutrisi seimbang, serta istrahat cukup dan olahraga teratur.

"Segera ke fasilitas kesehatan jika keluhan berlanjut dan waspadai tanda-tanda pneumonia dan pneumonia berat seperti napas cepat, tarikan dinding dada ke dalam, saturasi oksigen kurang dari 92 persen," kata Ani pada Minggu (4/1) seperti dikutip dari Antara.

"Kementerian Kesehatan menegaskan situasi influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia hingga akhir Desember 2025 masih dalam kondisi terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan (dibandingkan influenza lainnya)," imbuhnya.

Dinkes DKI mencatat kasus penyakit influenza A terus menurun di Jakarta, sejak puncak kasus terjadi pada Oktober 2025.

Data Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat secara nasional, kasus penyakit mirip influenza (ILI) meningkat sampai dengan angka 74 persen pada bulan Agustus 2025 yang didominasi dengan Influenza A, dan kecenderungan serupa terjadi di Jakarta.

Adapun untuk ISPA, tercatat 1.966.308 kasus sejak Januari hingga Oktober 2025, dengan peningkatan jumlah kasus yang mulai teridentifikasi sejak Juli 2025.

(nat/antara/kid)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |