SIMALUNGUN - Pengerjaan proyek sarana infrastruktur berupa peningkatan mutu dan kualitas ruas jalan utama jenis konstruksi rabat beton berbiaya ratusan juta di Kebun Padang Matinggi, kini jadi sorotan publik.
Pasalnya, proyek rabat beton itu selesai dikerjakan sebulan lalu di ruas jalan utama Afdeling 4, Nagori Riah Naposo, Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun, Rabu (28/01/2026), sekira pukul 14.16 WIB.
"Material cor rabat beton terdiri dari campuran semen, pasir, kerikil, dan air dengan proporsi rendah (biasanya 1:3:5) dimanipulasi pihak pelaksana proyek itu, " ujar B Panjaitan.

Sebulan lalu proyek itu selesai dikerjakan pihak rekanan, lanjut B Panjaitan menegaskan, Manajemen Unit Kebun Padang Matinggi tidak berani bertindak tegas, meskipun rabat beton itu kupak kapik.
"Informasinya, perusahaan rekanan PTPN IV Regional II yang terima SPMKnya perusahaan milik Pak Haji Budi, " ungkap B Panjaitan.
Kepala Asisten Tanaman Kebun Padang Matinggi, Andianto dimintai tanggapannya melalui pesan percakapan selularnya, mengatakan, pihak rekanan akan memperbaiki kondisi rabat beton tersebut.
"Terkait dengan jalan tersebut pihak rekanan berjanji utk memperbaikinya, bang. Pelaksanaannya, Wak Keling anggota Pak Haji Budi, " sebut Andrianto dalam pesan singkatnya.

Terpisah, Haji Budi melalui Wak Keling selaku pihak pelaksana proyek rabat beton di Afdeling 4 Kebun Padang Matinggi, hingga rilis berita ini dilansir ke publik belum dapat dikonfirmasi lebih lanjut.
Berita sebelumnya, PT Palm Co PTPN 4 Regional II secara berkesinambungan melalui program keberlanjutan melaksanakan peningkatan mutu dan kualitas infrastruktur di lokasi perkebunan demi mendorong peningkatan hasil produksi.
Informasi diperoleh, pengerjaan konstruksi rabat beton lebih dari sebulan lalu di ruas jalan utama Afdeling 4, Nagori Riah Naposo, Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun, Selasa (27/01/2026), sekira pukul 14.16 WIB.
"Kondisi ruas jalan menurun dan menikung merupakan ancaman terhadap armada pengangkutan hasil produksi tandan buah segar kelapa sawit. Struktur tanah liat membuat ruas jalan licin dan bila musim penghujan semakin parah kondisinya, " ujar B Panjaitan melalui pesan percakapan selularnya.

Menurutnya, kondisi rabat beton itu jauh dari ekspektasi yang diharapkan dan ini akibat kelalaian pihak manajemen Kebun Padang Matinggi melalui bidang tehnik, telah mengabaikan pengawasan terhadap proses pengerjaan konstruksi rabat beton itu.
"Permukaan rabat beton sepanjang 100 meter saat ini tidak berbentuk, kondisinya kupak kapik. Pihak rekanan merancang komposisi materialnya dengan skala 1 : 1 yakni, 1 pick up material pasir + batu kerikil dan 1 sak semen, " terang B Panjaitan.
Kemudian, pria yang aktif sebagai aktivitas kontrol sosial ini menegaskan, ruas jalan yang bermutu dan berkualitas sangat krusial. Anggaran ratusan juta rupiah diperuntukan sebagai jaminan kelancaran transportasi Tandan Buah Segar (TBS) menguap.

"Parahnya ! tidak ada tindakan tegas yang dilakukan pihak manajemen Kebun Padang Matinggi terhadap pihak rekanannya (disebut Haji Budi; red), " tegas B Panjaitan.
Sementara, Suheri selaku Manajer Kebun Padang Matinggi dikonfirmasi melalui pesan percakapan selularnya, terkait proyek rabat beton dalam kondisi kupak kapik di areal tugasnya yang dikerjakan pihak rekanan sebulan lalu.
Sangat disesalkan, hingga rilis berita ini dilansir ke publik, Manajer Kebun Padang Matinggi tersebut terkesan enggan merespon dan tidak bersedia menanggapi informasi yang disampaikan awak media ini.

2 days ago
11











































