Proyek Infrastruktur Abal-Abal, Manajemen Kebun Padang Matinggi Remehkan Program Keberlanjutan

1 day ago 9

SIMALUNGUN - Sorotan tajam terhadap buruknya kinerja Manajemen PTPN IV Regional II Kebun Padang Matinggi semakin meluas di kalangan publik terkait pengerjaan proyek infrastruktur abal-abal.

Hal ini disampaikan, Ketua LSM Peduli Anak Bangsa WH Butar-butar saat ditemui awak media ini di seputaran Kota Perdagangan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, Kamis (29/01/2026), ! sekira pukul 13.00 WIB.

"Sangat disesalkan, minimnya pengawasan pihak manajemen Kebun Padang Matinggi terhadap pihak rekanan pelaksana proyek konstruksi rabat beton tersebut. Parahnya ! Tidak ada surat peringatan maupun sanksi terhadap pihak rekanan, " ujar WH Butar-butar.

WH Butar-butar menegaskan, buruknya kinerja manajemen Kebun Padang Matinggi serta pihak rekanan pelaksana proyek tersebut patut dievaluasi oleh pihak Board Of Management PTPN IV Regional II.

"Tudingan miring diungkapkan masyarakat, pasca proyek konstruksi rabat beton abal-abal di ruas jalan poros Afdeling 4 Kebun Padang Matinggi tersebut membuktikan kinerja buruk, " tegas WH Butar-butar.

Terpisah, Haji Budi melalui Ajay selaku pihak pelaksana proyek rabat beton di Afdeling 4 Kebun Padang Matinggi dihubungi melalui pesan percakapan selularnya terkait proyek rabat beton menyampaikan tanggapan.

"Langsung aja bg sama bos pak Haji Budi, " sebut Ajay singkat dalam pesannya.

Sementara, Duma Siregar selaku APK Kebun Padang Matinggi atau bagian umum melalui pesan percakapan selularnya dikonfirmasi menyampaikan tanggapan terkait identitas perusahaan rekanan yang menerima SPMK proyek rabat beton.

"Maaf ya pak. sy gak mengetahui vendornya, " sebut APK Kebun PDM singkat.

Berita sebelumnya, PT Palm Co PTPN 4 Regional II secara berkesinambungan melalui program keberlanjutan melaksanakan peningkatan mutu dan kualitas infrastruktur di lokasi perkebunan demi mendorong peningkatan hasil produksi.

Informasi diperoleh, pengerjaan konstruksi rabat beton lebih dari sebulan lalu di ruas jalan utama Afdeling 4, Nagori Riah Naposo, Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun, Selasa (27/01/2026), sekira pukul 14.16 WIB.

"Kondisi ruas jalan menurun dan menikung merupakan ancaman terhadap armada pengangkutan hasil produksi tandan buah segar kelapa sawit. Struktur tanah liat membuat ruas jalan licin dan bila musim penghujan semakin parah kondisinya, " ujar B Panjaitan melalui pesan percakapan selularnya.

Menurutnya, kondisi rabat beton itu jauh dari ekspektasi yang diharapkan dan ini akibat kelalaian pihak manajemen Kebun Padang Matinggi melalui bidang tehnik, telah mengabaikan pengawasan terhadap proses pengerjaan konstruksi rabat beton itu.

"Permukaan rabat beton sepanjang 100 meter saat ini tidak berbentuk, kondisinya kupak kapik. Pihak rekanan merancang komposisi materialnya dengan skala 1 : 1 yakni, 1 pick up material pasir + batu kerikil dan 1 sak semen, " terang B Panjaitan.

Kemudian, pria yang aktif sebagai aktivitas kontrol sosial ini menegaskan, ruas jalan yang bermutu dan berkualitas sangat krusial. Anggaran ratusan juta rupiah diperuntukan sebagai jaminan kelancaran transportasi Tandan Buah Segar (TBS) menguap.

"Parahnya ! Tidak ada tindakan tegas yang dilakukan pihak manajemen Kebun Padang Matinggi terhadap pihak rekanannya (disebut Haji Budi; red), " tegas B Panjaitan.

Sementara, Suheri selaku Manajer Kebun Padang Matinggi dikonfirmasi melalui pesan percakapan selularnya, terkait proyek rabat beton dalam kondisi kupak kapik di areal tugasnya yang dikerjakan pihak rekanan sebulan lalu.

Sangat disesalkan, hingga rilis berita ini dilansir ke publik, Manajer Kebun Padang Matinggi tersebut terkesan enggan merespon dan tidak bersedia menanggapi informasi yang disampaikan awak media ini.

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |