PU Sukabumi Genjot Rehabilitasi Irigasi: Demi Sawah Warga dan Ketahanan Pangan

2 weeks ago 16

SUKABUMI — Di tengah semangat Sukabumi Mubarokah yang menjunjung gotong royong, tanggung jawab sosial, dan kepemimpinan yang mengayomi, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa rehabilitasi jaringan irigasi tetap menjadi prioritas utama dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Dari total 17.461 hektare lahan irigasi yang ada, baru sekitar 54–55 persen yang berfungsi optimal—sebuah tantangan nyata yang berdampak langsung pada produktivitas pertanian warga.

Kepala Dinas PU, Uus Firdaus, menyampaikan bahwa kondisi ini tidak bisa diabaikan. Pemeliharaan dan perbaikan jaringan air, menurutnya, tidak dapat dilakukan sekaligus karena keterbatasan anggaran daerah. Namun, semangat gotong royong dan keikhlasan dalam melayani masyarakat menjadi landasan kuat untuk terus bergerak.

“Kami terus menginventarisasi kebutuhan perbaikan jaringan irigasi, terutama yang berhubungan dengan pengairan sawah warga. Fokus kami adalah titik-titik yang berdampak langsung pada ketahanan pangan daerah, ” ujar Uus, Senin (10/11/2025).

Langkah strategis pun diambil. Dinas PU telah mengajukan sejumlah usulan rehabilitasi ke pemerintah provinsi dan pusat. Pendekatan kolaboratif ini menjadi kunci agar pembangunan tidak terhambat oleh keterbatasan fiskal.

“Pendekatan pendanaan tidak hanya mengandalkan APBD kabupaten. Kami juga dorong dukungan dari provinsi maupun kementerian terkait, ” lanjutnya.

Dari hasil pemetaan, wilayah yang irigasinya belum optimal umumnya berada di daerah dengan kontur tanah curam dan rawan sedimentasi. Faktor cuaca ekstrem dan usia konstruksi saluran turut memperparah kondisi. Namun, semangat tanggung jawab sosial dan transparansi dalam pelayanan publik terus mendorong langkah perbaikan.

Menjelang musim tanam, Dinas PU mempercepat upaya peningkatan kapasitas jaringan irigasi agar aliran air ke sawah warga tetap stabil. Selain perbaikan fisik, pendataan rutin juga dilakukan untuk memetakan titik rawan kebocoran dan penyempitan aliran. Pendataan ini melibatkan aparat kecamatan dan desa agar informasi kerusakan bisa segera ditindak sebelum berdampak pada hasil panen.

Pemerintah daerah menilai bahwa optimalisasi irigasi bukan sekadar urusan teknis, melainkan bagian dari ikhtiar besar menjaga keberlanjutan pangan dan kesejahteraan petani. Dengan aliran air yang terjaga, petani di wilayah tadah hujan pun bisa menanam secara berkesinambungan tanpa harus bergantung pada musim.

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |