Ribka Haluk Berduka 3 ASN Jadi Korban KKB di Papua

3 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk menyampaikan duka cita atas meninggalnya tiga ASN yang tewas usai ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua Pegunungan.

Ungkapan dukacita ini disampaikan Ribka saat memimpin Apel Kesadaran ASN di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin (21/9).

"Saya menyampaikan duka cita mendalam terkait penembakan terhadap tiga ASN di Papua Pegunungan," ujar Ribka dalam amanatnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kesempatan itu, Ribka menyoroti hubungan baik yang sudah terjalin sejak lama antara masyarakat NTT dengan Papua. Oleh karenanya, ia mengajak seluru ASN di NTT untuk terus persatuan dan kesatuan yang sudah tercipta.

"Sejak dulu, banyak warga NTT yang telah menjadi bagian sejarah kehidupan masyarakat di Papua," ujarnya.

Ribka mengatakan masyarakat di Papua juga berterima kasih lantaran banyak warga NTT yang mau mengabdi dan menjadi guru di sana.

"Pengabdian tersebut, sangat dihargai dan diingat masyarakat di Papua," tuturnya.

Lebih lanjut, ia juga mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT yang mencapai 5,01 persen di tengah tantangan geografis dan topografis daerah. Termasuk juga upaya Pemprov NTT untuk menekan laju inflasi.

Pesan senada juga disampaikan oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena. Ia mengajak masyarakat NTT dan Papua untuk menjaga persatuan serta keharmonisan hubungan masyarakat kedua daerah.

"Saya berterima kasih, Ibu Wamen hadir memberikan ketegasan agar kita harus menjaga semangat rasa kebersamaan dan persatuan kita," katanya.

Melkiades tidak menampik jika semua pihak bersedih dengan kejadian di Jayawijaya, Papua Pegunungan. Akan tetapi, ia berharap insiden itu tidak membuat hubungan masyarakat NTT dan Papua menjadi terganggu.

"Kita harus menjaga keharmonisan hubungan masyarakat kedua daerah karena sudah memiliki hubungan kedekatan emosional sejak lama," harapnya.

Tidak ketinggalan, Gubernur NTT kemudian menitipkan keberadaan masyarakatnya yang saat ini sedang berada di Tanah Papua kepada Wamendagri hingga Pemkab dan Pemkot Papua.

"Persatuan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, situasi yang berkembang di daerah mana pun perlu disikapi dengan mengedepankan ketenangan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap kehidupan masyarakat," tuturnya.

Sebelumnya tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Jayawijaya tewas ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Rabu (9/9) kemarin.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo menyebut insiden naas itu terjadi di wilayah Muliama, Papua Pegunungan, sekitar pukul 15.53 WIT.

Ketiga korban tewas merupakan Aprida Rapi selaku Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya; Alfonsius Albinus Mehan selaku dokter hewan Dinas Kesehatan Jayawijaya; dan Willi Mbuik selaku calon Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Yusuf mengatakan ketika itu rombongan pegawai Dinas Pertanian yang berjumlah 11 orang dalam perjalanan dari Wamena menuju Muliama untuk meninjau pelaksanaan kegiatan cetak sawah.

Akan tetapi, di tengah jalan rombongan tersebut diserang oleh KKB. Akibatnya, kata dia, korban Willi (24) terkena tembakan di pinggang kanan.

"Korban meninggal dunia di RSUD Wamena setelah sebelumnya mendapatkan penanganan medis," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Sementara, Aprida (49) mengalami luka tembak di bagian perut dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan Alfonsius mengalami luka tembak pada bagian kepala belakang serta tangan kiri dan meninggal dunia dilokasi kejadian.

(tfq/fra)

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |