Update Longsor Cisarua: Total 60 Body Pack Dievakuasi, 20 Masih Hilang

2 hours ago 2

Bandung, CNN Indonesia --

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban bencana tanah longsor di Kampung Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, memasuki hari ketujuh pada Jumat (30/1).

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memastikan operasi SAR masih akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban berhasil ditemukan.

Hal tersebut disampaikan Mohammad Syafii saat memberikan keterangan di Posko Basarnas Cisarua. Ia mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi bersama BNPB, pemerintah daerah, Forkopimda, serta Pemerintah Provinsi, kondisi cuaca pada hari ketujuh dinilai cukup mendukung proses pencarian korban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alhamdulillah, dari pagi hingga sore cuaca sangat membantu pelaksanaan operasi SAR. Hari ini kami berhasil menemukan lima body pack (kantong jenazah) dan langsung menyerahkannya ke tim DVI," ujar Syafii.

Dengan penemuan tersebut, total korban yang berhasil dievakuasi sejak hari pertama hingga hari ketujuh operasi SAR mencapai 60 body pack. Sementara itu, data dari DVI Polri mencatat hingga saat ini sebanyak 44 jenazah telah teridentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Syafii menjelaskan, berdasarkan laporan awal, jumlah korban yang dinyatakan hilang sebanyak 20 orang. Namun seiring berjalannya waktu serta hasil asesmen lapangan yang dilakukan oleh Search Management Cell (SMC), Incident Commander (IC), dan DVI, data korban mengalami dinamika.

"Informasi awal menyebutkan 113 orang terdampak dari 34 kepala keluarga. Namun perkembangan terakhir menunjukkan angka 158 warga yang dilaporkan hilang dari 35 kepala keluarga. Ini menjadi bagian dari dinamika operasi di lapangan," jelasnya.

Meski dihadapkan pada medan yang berat serta kondisi cuaca yang tidak selalu stabil, Basarnas menegaskan operasi SAR tetap berjalan tanpa henti. Pencarian dilakukan selama 24 jam dengan dukungan berbagai unsur, termasuk upaya modifikasi cuaca oleh BNPB guna meminimalkan potensi hujan di lokasi pencarian.

"Kondisi medan dan cuaca memang belum maksimal, tetapi kami tetap berupaya semaksimal mungkin. Tanggap darurat ditetapkan selama 14 hari, dan kami berharap sebelum masa tersebut berakhir seluruh korban dapat ditemukan," ungkap Syafii.

Ia juga meminta doa dan dukungan dari masyarakat agar proses pencarian berjalan lancar dan dapat memberikan kepastian bagi keluarga korban yang masih menunggu kabar anggota keluarganya.

"Operasi ini akan terus kami lanjutkan selama masih ada harapan menemukan korban. Kami mohon doa agar seluruh proses berjalan aman dan lancar," katanya.

(csr/isn)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |