Abu Krakatau Sampai Jakarta, Pemprov Minta Warga Tidak Panik

6 hours ago 15

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meminta warga tetap tenang dan tidak panik menyusul abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sudah sampai ke wilayah ibu kota pada Minggu (6/9).

Meski begitu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, mengimbau warga untuk waspada terhadap dampak abu vulkanik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang paling penting, masyarakat tidak perlu panik. Tetap tenang, tetapi tingkatkan kewaspadaan dan ikuti informasi resmi dari pemerintah," kata Marulitua seperti dalam pernyataannya yang rilis pada Minggu (6/9).

Marulitua mengutip data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, bahwa status Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada pada Level III (Siaga).

Meski begitu, Marulitua menjabarkan sejumlah langkah yang bisa dilakukan warga DKI dalam menghadapi hujan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang kini sudah mulai menyelimuti wilayah Jakarta.

Pertama adalah menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Masker kain biasa kurang optimal untuk menyaring partikel abu vulkanik.

Kedua, menutup pintu, jendela, dan ventilasi rumah. Warga juga disarankan mematikan kipas atau pendingin ruangan yang menarik udara dari luar apabila kondisi udara di sekitar rumah terdampak abu.

Ketiga adalah mengurangi aktivitas di luar rumah, khususnya bagi bayi, anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga dengan asma, penyakit paru, atau penyakit jantung.

Kemudian apabila terdapat abu di sekitar rumah, warga diminta membasahinya terlebih dahulu sebelum membersihkan. Abu sebaiknya tidak disapu dalam kondisi kering karena dapat membuat partikelnya kembali beterbangan dan terhirup.

Kelima, menutup tempat penyimpanan air dan makanan. Air atau makanan yang terpapar abu vulkanik sebaiknya tidak dikonsumsi.

Keenam, untuk warga yang mengalami sesak napas berat, nyeri dada, batuk terus-menerus, atau iritasi mata yang semakin parah diminta segera mendapatkan pertolongan di fasilitas kesehatan.

Ketujuh, hubungi layanan Jakarta Siaga melalui nomor 112 untuk melaporkan keadaan darurat di wilayah DKI Jakarta.

Marulitua juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Informasi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi udara bisa dipantau dari PVMBG, BMKG, BNPB, BPBD, dan Pemprov DKI Jakarta.

(end)

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |