TAPANULI UTARA-Hujan deras yang mengguyur wilayah Tapanuli Tengah, Kota Sibolga dan Tapanuli Utara memicu bencana longsor serta banjir bandang dan menyebabkan akses dari Tapanuli Utara menuju Tapanuli Tengah terganggu hingga hari ini, Rabu 26 November 2025,
Selain memutus akses dari Tapanuli Utara menuju Tapanuli Tengah, bencana longsor dan banjir bandang yang terjadi di Tapanuli Tengah Senin 25 November 2025 sore juga menelayan puluhan korban jiwa dan 58 orang mengalami luka serta 2.851 penduduk harus mengungsi ke lokasi yang aman.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Jurnalis IndonesiaSatu.co.id, Di Kabupaten Tapanuli Utara 50 rumah dilaporkan terdampak, sementara dua jembatan terputus akibat banjir dan material longsor.
“BPBD setempat bersama unsur gabungan tengah melakukan pendataan lanjutan dan menyarankan penggunaan jalur Pangaribuan–Silantom sebagai akses sementara, Sementara, di wilayah Tapanuli Tengah, banjir merendam ribuan rumah di sembilan kecamatan.
Ribuan rumah yang terendam banjir di sembilan Kecamatan yakni, Kecamatan Pandan, Kecammatan Sarudik, Badiri, Kolang, Tukka, Lumut, Barus, Sorkam, dan Pinangsori sementara di Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis satu keluarga tertimbun longsor berikut rumahnya,
Untuk memastikan upaya penanganan darurat berjalan cepat dan terkoordinasi, Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat bersama Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu meninjau lokasi longsor di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Adiankoting. Rabu (26/11/2025).

Kedatangan kedua pimpinan daerah dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kementerian dan seluruh unsur terkait guna melakukan koordinasi intensif untuk menentukan langkah penanganan darurat agar akses jalan yang menghubungkan Tapanuli Utara-Tapanuli Tengah dapat segera pulih.
Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat meminta percepatan pengerahan alat berat untuk membantu pembersihan material longsor. “Alat berat mohon segera diturunkan untuk melakukan pengorekan dan pembukaan jalur bisa selesai dengan cepat, ”
“Saat ini, Rabu 26 November 2025 sore, akses jalan masih tidak bisa dilalui akibat material longsor, runtuhan tebing, dan badan jalan yang amblas ke jurang, ”terang Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat
Bupati JTP Hutabarat menegaskan pentingnya kolaborasi lintas daerah dan lintas instansi dalam menghadapi bencana longsor. Mereka berharap penanganan yang terintegrasi dari pemerintah daerah hingga pusat dapat meminimalkan dampak bencana serta mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat.
Bupati menambahkan bahwa listrik di sejumlah desa sekitar juga padam, sehingga menyulitkan koordinasi dengan para petugas di lapangan dan berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan pemerintah pusat untuk percepatan penanganan bencana
Sementara Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu menyampaikan keprihatinannya atas lumpuhnya akses utama dari Tapanuli Utara menuju Tapanuli Tengah dan sebaliknya selama dua hari terakhir.
“Ini satu-satunya akses menuju Tapanuli Tengah ke Sibolga. Kami berharap Pemprov Sumut dan Kementerian PUPR dapat segera bergerak bersama Pemerintah Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah dan Tapteng untuk membuka kembali jalan ini, ” ungkapnya.

4 days ago
6

















































