Di Atas Deras Batang Bangko Gadang, TNI Rajut Asa Dua Nagari Lewat Jembatan Gantung

2 days ago 4

SOLOK SELATAN — Derasnya arus Batang Bangko Gadang pernah merenggut satu-satunya penghubung antara Nagari Kapau Alam Pauh Duo dan Nagari Luak Kapau pada akhir 2025 lalu. Jembatan gantung kayu (bambu) yang selama ini menjadi lintasan anak sekolah, petani, dan para ibu yang membawa kebutuhan rumah tangga itu hanyut diterjang banjir bandang, menyisakan sepi dan jarak yang memaksa warga memutar jauh atau justru nekat menantang risiko menyeberang melawan derasnya arus sungai.

Namun di atas sungai yang sama, harapan itu kini kembali digantungkan.

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) melalui prajurit Kodim 0309/Solok membangun Jembatan Perintis (Jembatan Gantung) Lubuk Batung Sungai Batang Bangko yang akan menghubungkan kembali Nagari Kapau Alam Pauh Duo dan dan Nagari Luak Kapau, Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Hingga Rabu, 25 Februari 2026, progres pengerjaan telah mencapai 63 persen.

Bentangan jembatan sepanjang 40 meter dengan lebar 1, 2 meter itu mungkin tampak sederhana. Namun bagi warga, ia adalah nadi kehidupan yang akan kembali mengalirkan aktivitas sosial dan ekonomi dua nagari. Setiap kabel baja yang direntangkan di atas Batang Bangko Gadang, setiap baut yang dikencangkan seolah menjahit kembali hubungan yang sempat terputus oleh bencana.

Sebanyak 31 personel TNI setiap harinya dikerahkan dalam pembangunan tersebut, didukung satu perwakilan pemerintah desa, dua warga setempat, serta satu personel dari Dinas Pekerjaan Umum. Di bawah terik matahari dan di atas tanah yang masih menyimpan jejak banjir dengan medan yang menantang, mereka bekerja dalam senyap, menyatukan tenaga demi satu tujuan: menghadirkan kembali akses yang layak dan aman.

Komandan Kodim 0309/Solok, Sugeng Riadi, menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Menurutnya, jembatan gantung ini sangat vital karena menjadi jalur utama masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Ia menyampaikan, TNI hadir bukan hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga memastikan rakyat tidak berjalan sendiri saat menghadapi kesulitan. Percepatan pembangunan terus diupayakan agar jembatan dapat segera dimanfaatkan, sehingga roda kehidupan warga kembali berputar normal.

Sementara itu, Penjabat Wali Nagari Kapau Alam Pauh Duo, Syafrianto, mengungkapkan rasa terima kasih kepada TNI AD khususnya Kodim 0309/Solok, karena terwujudnya pembangunan jembatan gantung ini tidak terlepas dari respons cepat Kodim 0309/Solok atas proposal yang diajukan pemerintah nagari pasca banjir bandang akhir tahun 2025.

Menurut Syafrianto, setelah jembatan sebelumnya luluh lantak diterjang bencana, pihak nagari segera mengajukan permohonan bantuan. Tanggapan cepat dari Kodim menjadi titik awal hadirnya kembali harapan masyarakat. Ia menyebut dukungan tersebut sebagai bukti nyata kepedulian TNI terhadap kondisi masyarakat di wilayah terpencil.

Di tepian sungai itu, anak-anak kembali menatap seberang dengan harapan. Para petani membayangkan hasil panen yang tak lagi harus dipanggul memutar jauh. Para orang tua menunggu hari ketika mereka bisa melangkah tanpa rasa cemas setiap kali hujan turun.

Jembatan ini bukan hanya penghubung dua nagari. Ia adalah simbol kebangkitan setelah duka, tanda bahwa dari derasnya arus dan reruntuhan bambu yang hanyut, selalu ada tangan-tangan yang bekerja merajut asa.

Di atas Batang Bangko Gadang, harapan itu kini bergantung. Dan perlahan, ia sedang dikuatkan menjadi jalan masa depan bagi dua nagari di Solok Selatan.  (Riski Amelia)

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |