Basarnas Siapkan Salvage, Ini Alasan Badan KM Virgo 8 Dibalikkan

7 hours ago 11

Jakarta, CNN Indonesia --

Basarnas mengungkapkan alasan pihaknya berencana melakukan salvage dengan membalikkan badan KM Virgo Transport 8 dalam proses pencarian terhadap para korban.

Kepala Basarna Marsekal Madya Mohammad Syafii mengatakan proses salvage itu menjadi rencana alternatif jika pencarian bawah laut atau underwater tak bisa dilakukan lantaran terkena cuaca.

"Rencana alternatif yang kita laksanakan tentunya atas dasar yang pertama adalah sesuai undang-undang pelayaran. Di situ mengamanahkan, bahkan mungkin secara tidak langsung mewajibkan bagi pemilik kapal yang mengalami kecelakaan dan mengganggu pelayaran atau alur laut aktif, wajib itu sebenarnya untuk memindahkan, kalau perlu mengangkat. Itu yang me jadi dasar pertama," kata Syafii dalam konferensi pers, Rabu (16/9) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Merujuk pada aturan tersebut, kata Syafii, pemindahan atau pengangkatan badan kapal harus dilakukan paling lama 180 hari. Hal tersebut, lanjut dia, juga menjadi pertimbangan terkait rencana proses salvage.

"Karena itu, Basarnas dengan jajaran di bawah Kementerian Perhubungan berkoordinasi dan juga kita melibatkan owner untuk melakukan kegiatan yang saya sampaikan tadi, yaitu salvage terhadap kapal yang terbalik ini," ujarnya.

Syafii mengatakan Basarnas sebenarnya tidak memiliki kewenangan penuh untuk melakukan proses salvage. Karenanya, Basarnas mengundang para ahli untuk membahas soal rencana tersebut.

"Jadi, kewenangan proses salvage ini tentunya bukan istilahnya dimiliki atau kewenangan penuh dari Badan SAR Nasional. Tapi kita memanfaatkan situasi ini untuk bisa dimanfaatkan dalam pelaksanaan operasi ini," ujarnya.

Menurut dia, proses salvage ini bukan sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Namun, ia menyebut pihaknya terus berpacu dengan waktu untuk bisa segera mengevakuasi para korban yang belum ditemukan.

"Kita eggak mungkin berlama-lama, karena apa? Dari pertama kali kondisi kejadian yang kita tentukan sebagai datum, ini makin hari ada pergeseran-pergeseran. Bahkan kemarin yang kita menganggapnya kapal dalam kondisi masih mengapung dengan kedalaman 21 meter, bergeser-geser sekarang di kedalaman 29 meter," katanya.

Sebelumnya, Basarnas berencana melakukan proses salvage dengan membalikan badan KM Virgo Transport 8 untuk mempermudah proses pencarian terhadap korban. Diketahui, saat ini kapal tersebut dalam posisi terbalik dan mengapung di Laut Jawa.

"Apabila pencarian underwater belum bisa kita lakukan akibat cuaca, kita merencanakan untuk salvage. Yaitu kita ingin membalikkan kondisi kapal ini dan akan kita laksanakan pencarian di dalam eh kapal tersebut dan kita akan evakuasi," kata Syafii dalam konferensi pers, Rabu.

"Baru setelah diyakinkan proses SAR ini selesai baru kapal ini akan kita tarik untuk kepentingan investigasi," sambungnya.

KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9), pukul 02.00 Wita, saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9). KM Virgo disebut membawa 243 orang yang terdiri dari penumpang, awak kapal hingga kru.

Hingga Senin (14/9), dari 243 orang yang ada di kapal tersebut, sebanyak 114 di antaranya telah berhasil ditemukan dan 129 lainnya masih dalam pencarian.

(dis/fra)

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |