BOGOR – Tim Badan Pertanahan Nasional (BPN) melaksanakan pengukuran trase dan titik koordinat rencana jalan penghubung Rancabungur–Leuwiliang di Desa Ciampea, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Minggu (9/8/2026).
Pengukuran dimulai pukul 10.30 WIB dari Kampung Lebak Pasar RT 04/RW 02 hingga Kampung Lebak Sirna RT 03/RW 07. Kegiatan tersebut menjadi tahap awal dalam mempersiapkan pembangunan jalan yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Kegiatan dihadiri Kepala Desa Ciampea Suparman, Babinsa Serka Dantono, Bhabinkamtibmas Aipda Beny Lubis, petugas ukur BPN, tokoh masyarakat, serta warga yang lahannya terdampak rencana pembangunan.
Kepala Desa Ciampea Suparman mengatakan bahwa pembangunan jalan tersebut telah lama dinantikan masyarakat karena berpotensi menjadi jalur alternatif untuk mengurangi kemacetan di wilayah Ciampea.
“Kalau jalan ini terwujud, mobilitas warga akan lebih cepat dan perekonomian desa bisa semakin hidup. Kami akan mengawal seluruh prosesnya agar berjalan adil, transparan, dan tidak merugikan masyarakat, ” ujar Suparman.
Babinsa Serka Dantono mengatakan bahwa TNI bersama Polri dan pemerintah desa siap mendampingi setiap tahapan serta membantu membangun komunikasi dengan masyarakat terdampak.
“Kami siap mendampingi kegiatan ini dan membantu menjaga komunikasi dengan warga agar setiap tahapan berjalan aman, tertib, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman, ” kata Serka Dantono.
Bhabinkamtibmas Aipda Beny Lubis turut mengajak masyarakat menyampaikan setiap pertanyaan dan aspirasi melalui jalur koordinasi yang telah disiapkan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap menjaga situasi kondusif. Apabila ada hal yang perlu diklarifikasi, silakan disampaikan melalui pemerintah desa atau petugas terkait agar dapat dibahas dan dicarikan solusi bersama, ” ujarnya.
Danramil 0621-14/Ciampea Kapten Arm Agus RZ menegaskan bahwa jajaran kewilayahan mendukung pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BPN, dan masyarakat sangat diperlukan agar seluruh proses pembangunan berjalan lancar serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi warga, ” ungkap Kapten Arm Agus RZ.
Dandim 0621/Kabupaten Bogor Letkol Inf Rizal Dwijayanto menyampaikan bahwa pendampingan dilakukan untuk membantu menjaga kelancaran dan kondusivitas selama proses pengukuran berlangsung.
“Kami mendukung pembangunan infrastruktur yang dapat meningkatkan konektivitas dan memperlancar aktivitas masyarakat. Seluruh tahapannya harus tetap mengedepankan komunikasi, ketertiban, dan kepentingan warga, ” tegasnya.
Danrem 061/Surya Kencana Brigjen TNI Thomas Rajunio berharap pembangunan jalan penghubung tersebut dapat memecah kepadatan lalu lintas dan memperlancar arus kendaraan.
“Jalan penghubung ini diharapkan menjadi jalur alternatif yang mampu mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat, ” ujarnya.
Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih mengatakan bahwa pihaknya mendukung program pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Dengan adanya jalan baru ini, kemacetan diharapkan dapat terurai dan konektivitas antarwilayah semakin baik. Infrastruktur yang memadai juga akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, ” jelas Mayjen TNI Kosasih.
Proses pengukuran berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Setelah tahap awal tersebut selesai, masyarakat berharap pembangunan fisik jalan dapat segera direalisasikan agar manfaatnya cepat dirasakan. (PERS)

5 hours ago
6

















































