Endus Operasi Besar, Koalisi Sipil Desak Bentuk TGPF Andrie Yunus

7 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Koalisi sipil mendesak pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen untuk menyelesaikan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.

TIM Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mengungkapkan desakan tersebut setelah konferensi pers yang dilakukan polisi dan TNI, secara terpisah, pada Rabu (18/3). Mereka menekankan pentingnya penanganan kasus tersebut secara transparan.

"Nah, di sini kami semakin yakin bahwa perlunya TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta) independen," kata Alghiffari Aqsa dari AMAR Law Firm melalui keterangan tertulis pada Rabu (18/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini perlu didudukkan oleh tim pencari fakta untuk memperluas. Apa sih sasaran dari serangan ini? Jangan-jangan serangannya bukan hanya Andrie."

"Kemudian kami juga ingin menegaskan semakin yakin kami bahwa ini harus ada TGPF," ia menegaskan.

[Gambas:Video CNN]

Dugaan operasi besar

Alghiffari Aqsa yang juga merupakan kuasa hukum Andrie Yunus dari TAUD juga menduga operasi besar yang dilakukan oleh suatu institusi terkait kasus penyiraman air keras tersebut.

Hal itu berdasarkan jumlah terduga pelaku yang diyakini bukan hanya empat orang seperti yang disampaikan TNI dalam konferensi pers 18 Maret.

"Untuk menegaskan bahwa ini adalah kasus pidana umum tapi merupakan operasi besar yang dilakukan sebuah institusi sehingga ada konflik kepentingan jika ini diperiksa di Puspom," tuturnya.

"Kenapa kami bilang operasi besar? Tadi kami menemukan bukan hanya 4 orang."

"Kami ingin agar ini sampai kepada aktor intelektual dan juga pendana dari operasi ini. Dan bisa jadi operasinya bukan operasi kecil tapi operasi besar," tegas Alghiffari Aqsa.

Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI menahan empat personel TNI yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.

Danpuspom TNI Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto mengatakan empat terduga pelaku saat ini telah ditangkap untuk dilakukan pendalaman.

Sedangkan polisi menduga pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus lebih dari empat orang, dan baru dua wajah yang diungkap ke publik.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan tindakan penyiraman air keras ini memang sudah direncanakan.

Hal itu berdasarkan kesimpulan dari CCTV yang dikumpulkan, bahwa pelaku mengikuti dan memantau korban sejak meninggalkan kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Menteng, Jakarta Pusat, pada 12 Maret 2026.

(chri)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Infrastruktur | | | |