PANGKEP — Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) terus berupaya memperkuat konektivitas transportasi darat dan laut untuk memudahkan mobilitas masyarakat, khususnya warga yang tinggal di wilayah kepulauan. Upaya tersebut dilakukan melalui penyediaan layanan bus dan transportasi laut yang diharapkan semakin mendekatkan masyarakat dengan pusat pelayanan dan aktivitas ekonomi.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Baharuddin, saat diajak berkonsultasi mengenai infrastruktur dan layanan kendaraan yang melintasi sejumlah rute laut dan daratan, Rabu (19/8/2026), menjelaskan sejumlah perkembangan layanan transportasi yang saat ini berjalan.
Menurut Baharuddin, bus yang disiapkan untuk melayani rute dari Dermaga Majini Baji menuju Stasiun Kereta Api di Desa Mangilu sudah beroperasi. Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan akses transportasi menuju kawasan stasiun.
Selain layanan tersebut, kini telah tersedia bus baru dengan rute yang lebih menghubungkan sejumlah titik penting di wilayah Pangkep. Bus tersebut memiliki rute mulai dari Terminal Bungoro menuju kawasan Bambu Runcing dan Pasar Sentral, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Majini Baji.
Kehadiran rute tersebut dinilai penting karena transportasi bukan hanya soal memindahkan orang dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membuka akses masyarakat terhadap pasar, pendidikan, pelayanan pemerintahan, kesehatan dan berbagai aktivitas ekonomi.
Baharuddin juga menjelaskan mengenai layanan kapal gratis yang telah disiapkan untuk membantu masyarakat menuju sejumlah pulau. Namun, untuk saat ini, layanan kapal gratis tersebut masih terbatas, yakni hanya beroperasi tiga kali dalam sebulan.
Menurutnya, layanan kapal gratis tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat dan wisatawan untuk mengunjungi sejumlah destinasi wisata kepulauan, termasuk Pulau Kapoposan.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Pangkep juga terus berupaya memperluas konektivitas masyarakat kepulauan agar tidak hanya bergantung pada satu jalur perjalanan. Hal ini menjadi perhatian karena masyarakat pulau membutuhkan akses transportasi yang dapat menghubungkan mereka dengan berbagai daerah.
Baharuddin mengatakan, pihaknya baru saja melakukan rapat di Jakarta untuk membahas pengembangan konektivitas transportasi bagi masyarakat Pulau Sailus dan warga pulau-pulau di sekitarnya. Salah satu usulan yang dibahas adalah pembukaan rute yang dapat menghubungkan wilayah tersebut dengan daerah di luar Sulawesi Selatan.
Dalam pembahasan tersebut, masyarakat Pulau Sailus dan wilayah sekitarnya diusulkan memiliki akses dengan titik keberangkatan dari Pelabuhan Madura, kemudian menuju Kepulauan Sailus dan selanjutnya ke Bima.
Gagasan tersebut dinilai dapat memberikan pilihan perjalanan yang lebih luas bagi masyarakat kepulauan. Dengan adanya konektivitas antardaerah, warga pulau diharapkan tidak hanya memiliki akses menuju wilayah Sulawesi Selatan, tetapi juga dapat terhubung dengan daerah lain seperti Madura dan Bima.
Penguatan transportasi laut dan darat juga diharapkan dapat memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat. Mobilitas hasil pertanian, perikanan, perdagangan, UMKM serta sektor pariwisata akan semakin terbuka apabila akses transportasi antarpulau dan antardaerah dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Baharuddin menegaskan bahwa pengembangan transportasi tersebut pada akhirnya diarahkan untuk memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat. Bagi warga kepulauan, konektivitas bukan sekadar persoalan perjalanan, tetapi merupakan jembatan menuju kesempatan ekonomi, pelayanan publik dan kehidupan yang lebih sejahtera.( Herman Djide)

4 days ago
25

















































