MOROWALI, Sulawesi Tengah - DPRD Morowali menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk membahas kondisi listrik yang sering mengalami pemadaman tak menentu atau yang dikenal dengan istilah "mati-mati ayam". RDP ini menghasilkan tiga poin rekomendasi yang diharapkan dapat mengatasi masalah kelistrikan di daerah yang kaya SDA itu.
RDP dipimpin oleh Ketua Komisi III DPRD Morowali, Sadhak Husain, bersama anggota komisi lainnya, Puspa Bayu Nugraha, Gafar Hilal, Herlan, dan Muslimin Dg Masiga. Acara berlangsung di gedung DPRD Morowali, Senin (11/01/2026).

RDP ini merupakan tindak lanjut dari aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Gerakan Revolusi Demokratik Komite Kabupaten (GRDKK) Morowali dan Laskar Anti Korupsi Pejuang - 45 (LAKIP-45) bersama masyarakat Morowali di PLN ULP Bungku. Aksi tersebut menuntut perbaikan kualitas layanan listrik dan transparansi informasi terkait pemadaman.
RDP dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Morowali, perwakilan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Kepala PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bungku, Pemerintah Kecamatan Bungku Pesisir dan Bahodopi, perwakilan Pemerintah Desa Puungkeu, serta perwakilan PT. IMIP maupun pihak terkait lainnya.
Dalam RDP tersebut, terungkap bahwa salah satu penyebab utama pemadaman listrik yang disampaikan pihak PLN adalah gangguan pada jaringan yang disebabkan faktor alam dan bukan karena kurangnya pasokan listrik atau daya listrik. PLN ULP Bungku menyatakan bahwa mereka sedang berupaya mengatasi masalah ini dengan melakukan perbaikan jaringan dan berjanji akan segera menindaklanjuti dengan cepat segala informasi dari masyarakat jika terjadi pemadaman tanpa pemberitahuan.
"Kami akan terus berupaya melakukan perbaikan layanan kepada masyarakat termasuk persoalan listrik di Desa Puungkeu diupayakan sebelum Ramadhan sudah teratasi, " ujar kepala PLN ULP Bungku, Ika Safitri Ismail, saat memberikan pernyataannya dalam RDP itu.
DPRD Morowali secara tegas memberikan ultimatum kepada PLN ULP Bungku Tengah agar memperbaiki pelayanan kepada masyarakat termasuk komunikasi Kepala PLN ULP Bungku yang selama ini dinilai kurang baik dan tidak komunikatif terhadap masyarakat bahkan dialami langsung anggota DPRD Muslimin Dg Masiga.
"Saya sendiri alami susahnya komunikasi kepada ini kepala PLN ULP Bungku, lebih mudah komunikasi kepada Presiden ketimbang kepala PLN ULP Bungku ini. Mohon diperbaiki cara komunikasinya, " cetusnya dengan nada keras dan dibenarkan peserta RDP yang hadir.
Berikut adalah tiga poin rekomendasi yang dihasilkan oleh DPRD Kabupaten Morowali:
1. Mendorong PLN ULP Bungku untuk mempercepat pemenuhan layanan jaringan listrik bagi masyarakat Desa Puungkeu, Kecamatan Bungku Pesisir sebelum bulan Ramadhan.
2. Menyarankan Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali dan PLN ULP Bungku untuk melakukan pertemuan bersama guna mendapatkan solusi terkait penyelesaian hambatan jaringan listrik di desa tersebut.
3. Merekomendasikan PLN ULP Bungku untuk memberikan layanan kelistrikan secara maksimal dengan lebih komunikatif, informatif, dan responsif terhadap pelanggan listrik di Kabupaten Morowali.
Pemerintah Desa Puungkeu bersama Ketua BPD Puungkeu Desa Puungkeu, mengungkapkan kegelisahan mereka selama ini atas pemadam listrik yang tak menentu dan tak jelas jadwalnya. "Kami sudah lama menderita akibat listrik yang sering padam. Aktivitas sehari-hari kami terganggu, anak-anak sulit belajar di malam hari. Kami sangat berharap PLN segera memenuhi janjinya untuk memberikan layanan listrik yang layak bagi kami, " pungkasnya.

Perwakilan PT. IMIP dalam RDP tersebut menyampaikan bahwa mereka siap membantu PLN dalam mengatasi masalah kelistrikan di Morowali. IMIP memiliki sumber daya dan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pasokan listrik dan memperbaiki jaringan listrik di daerah ini.
DPRD Morowali akan terus mengawal pelaksanaan rekomendasi yang telah diberikan kepada PLN ULP Bungku dan Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali. Komisi III DPRD Morowali akan melakukan monitoring secara berkala untuk memastikan bahwa masalah kelistrikan di Morowali dapat segera teratasi.

2 weeks ago
21




































