Salurkan TJSL, Warga Desak Transparansi PTPN IV Regional II Unit Kebun dan PKS Dosin

1 week ago 9

SIMALUNGUN - Pengerjaan infrastruktur berupa parit pasangan (Drainase; red) asal jadi dan tidak memenuhi spek teknis dan pihak vendor memanipulasi material menuai sorotan kalangan publik.

Menurut, B Panjaitan dalam keterangannya mengatakan, pengawasan tidak maksimal dan akibat kemunduran integritas sekaligus moral pejabatnya, saat ditemui di Perdagangan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, Senin (02/02/2026), sekira pukul 13.00 WIB.

"Belum sebulan selesai dikerjakan, pada bagian dinding terdapat retakan dan di bawah jembatan tidak disemen. Bahkan, pada bagian lantai tanpa batu dan hanya disiram air semen, " ujar pria yang aktif sebagai penggiat sosial kontrol masyarakat.

Selain itu, B Panjaitan mengatakan, manipulasi yang terjadi mengakibatkan daya tahan parit pasangan itu diragukan dapat bertahan lama dan setelah serah terima, disinyalir selisih uang Rp 40an juta berasal dari hasil manipulasi. 

"Diduga uang tersebut sebagai bentuk keuntungan bagi pihak pelaksana, mengabaikan mutu serta kualitasnya dan proyek itu dinyatakan sukses, " tutup B Panjaitan.

Sementara, F Girsang selaku APK Kebun Dolok Sinumbah, melalui sambungan selularnya mengatakan, realisasi program TJSL dalam bentuk tunai sesuai isi kontakmya dan telah diserahkan kepada pihak Pemerintah Nagori setempat.

"Sudah diserahkan kepada pihak Pemerintah Nagori dan ada informasi selisihnya, kami tidak mengetahuinya, " sebut Girsang.

Diberitakan sebelumnya, Program TJSL berkonstribusi terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan, pelestarian lingkungan hidup dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat sebagai penerima manfaat, khususnya di seputaran wilayah operasionalnya.

Informasi berdasarkan keterangan nara sumber menyebutkan, PTPN IV Regional II telah mewujudkan komitmen manajemen perusahaan dengan melaksanakan, Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL; red) dan Corporate Social Responsibility (CSR; red).

Namun, pihak perusahaan berplat merah ini tidak transparan terkait anggaran pelaksanaannya. Menurut nara sumber, hal ini terjadi di Unit Kebun Dolok Sinumbah, Kecamatan Hutabayu Raja, Kabupaten Simalungun, Minggu (01/02/2026), sekira pukul 09.00 WIB.

"Masyarakat menyoal pagu anggaran senilai Rp 127.000.000, - yang disalurkan untuk pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Kedai Bawah, Huta III, Nagori Marihat Bandar, Kecamatan Bandar , " ungkap nara sumber.

Sebelumnya, PTPN IV Regional II menetapkan perusahaan rekanan proyek pembangunan parit pasangan (Drainase; red) melalui sistem internal perusahaan yaitu, e-Proc pengadaan barang dan jasa PTPN IV Regional II sebagai wujud TJSL Unit Kebun dan PKS Dolok Sinumbah.

"Pihak rekanan tertentu menerima SPMK mengerjakan fisik parit pasangan sepanjang ±140 Meter di Kedai Bawah, Huta III, Nagori Marihat Bandar, Kecamatan Bandar, " sebut nara sumber.

Selanjutnya, nara sumber menerangkan, atas dasar negosiasi akhirnya parit pasangan itu dikerjakan warga setempat dengan kalkulasi senilai Rp 80.000.000, - dan warga lainnya mengungkapkan proses pengerjaan parit pasangan itu tidak berkualitas serta asal jadi.

"Indikasi komposisi material dimanipulasi dan tampak jelas bangunan itu rapuh disebabkan komposisi campuran material pasir dengan semen tidak sesuai spek teknis. Bahkan, pada lantainya tidak pasangi batu sebagai pondasinya, " tegas nara sumber.

Seterusnya, proses pengerjaan parit pasangan itu telah selesai dan pihak Manajemen Unit Kebun dan PKS Dolok Sinumbah melaksanakan serah terima dari pihak rekanan (tidak diketahui identitas perusahaan; red) dengan pihak Pemerintah Nagori Marihat Bandar.

"Unit TJSL PTPN IV Regional II menyerahkan, anggaran senilai pagunya senilai ± Rp 120 an Juta diterima pihak rekanan. Sementara, nilai bangunan yang terindikasi dimanipulasi senilai ± Rp 80 an Juta dan selisihnya senilai ± Rp 40 an Juta, " tandas nara sumber.

Terpisah, sangat disesalkan pihak Manajemen PTPN IV Regional II Unit Kebun dan PKS Dolok Sinumbah serta pihak rekanan yang terdaftar sebagai pelaksana proyek itu belum dapat dikonfirmasi, hingga rilis berita ini dilansir ke publik.

Sementara, salah seorang pejabat berwenang PTPN IV Regional II Irfan Faisal dihubungi melalui pesan percakapan selularnya dan dimintai tanggapannya terkait proyek TJSL di Kebun dan PKS Dosin, enggan berkomentar.

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |