25 Ton Sampah Sisa Banjir di Kramat Jati Berhasil Diangkut

4 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) bersama jajaran Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kramat Jati mengangkut 25 ton sampah sisa banjir pekan lalu.

"Sebanyak 25 ton sampah sisa genangan di wilayah Kecamatan Kramat Jati berhasil dibersihkan," kata Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Kramat Jati Dwi Firmansyah di Jakarta, Jumat (27/3), dikutip dari Antara.

Dia menyebutkan pembersihan sampah telah dilakukan sejak Senin (23/3), dan selesai sesuai target hari ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sampah tersebut merupakan dampak luapan Kali Baru dan Kali Induk yang terjadi pada Sabtu (21/3) malam hingga Minggu (22/3) pagi.

Dwi merinci, dari dua lokasi terdampak, yakni Kelurahan Tengah dan Batu Ampar, volume sampah terbanyak berasal dari Kelurahan Tengah yang mencapai 21 ton, sementara di Batu Ampar sebanyak empat ton.

Terkait pengangkutan, kata dia, pihaknya mengerahkan delapan armada yang terdiri dari tiga truk tipper besar, tiga truk tipper kecil, satu unit Hilux, dan satu unit mobil pikap milik Unit Penanganan Sampah (UPS) Badan Air.

"Sebanyak 15 personel Satgas Lingkungan Hidup juga dikerahkan, dibantu petugas PPSU (Penanganan Prasarana dan Sarana Umum) dan Satgas (Satuan Tugas) UPS Badan Air," ucap Dwi.

Dia mengungkapkan proses pembersihan sampah itu terkendala akses lokasi atau jalan yang tidak dapat dijangkau oleh kendaraan pengangkut.

"Beberapa titik harus ditangani secara manual karena kendaraan tidak bisa masuk. Sampah dibawa terlebih dahulu ke lokasi yang dapat diakses armada pengangkut," jelas Dwi.

Sementara itu, Lurah Tengah Budi Hartati mengapresiasi kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam penanganan sampah pascagenangan di wilayahnya.

"Terima kasih kepada jajaran Lingkungan Hidup, UPS Badan Air, petugas PPSU, serta warga yang turut membantu," ungkap Budi.

Dia pun menyebutkan dalam rangka mendukung percepatan proses pembersihan, turut dikerahkan sebanyak 30 petugas PPSU yang difokuskan di sejumlah titik terdampak, antara lain di RT 01, 02, 03, 09, dan RT 10 di RW 01, serta RT 04 di RW 08.

"Semoga pembersihan sampah ini bisa segera tuntas dan ke depan tidak terjadi genangan kembali," ujar Budi.

Sebelumnya, hujan deras dan luapan air dari Kali Ciliwung merendam sejumlah kawasan permukiman dan ruas jalan di Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (21/3).

Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Jakarta sejak sore itu menyebabkan luapan air dari Kali Ciliwung merendam sejumlah kawasan permukiman dan ruas jalan di Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Air mulai masuk ke dalam rumah sekitar pukul 16.00 WIB. Dalam waktu tiga jam, ketinggian air meningkat dengan cepat hingga lebih dari satu meter.

Ketinggian air di kawasan tersebut bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga satu meter.

Tidak hanya permukiman warga, banjir juga sempat terjadi di ruas Jalan Raya Bogor, tepatnya di kawasan pertigaan Hek, Kramat Jati. Ketinggian air di jalan tersebut mencapai sekitar 50 sentimeter.

(antara/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |