3 WN Singapura Turun Gunung Didampingi Warga Usai Erupsi Dukono

2 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Setidaknya ada tiga pendaki yang berhasil turun secara mandiri dengan didampingi warga setelah Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, meletus Jumat (8/5) pagi tadi.

"Tiga korban turun Secara mandiri di dampingi oleh warga. Korban Phoebe, ⁠Selene, ⁠Eugene," demikian keterangan dari SAR Ternate kepada wartawan, Jumat siang.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani mengatakan tiga penyintas itu adalah warga negara (WN) Singapura. Bersama mereka ada pula warga lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Update terbaru 3 WNA Singapura sudah terevakuasi, dan 5 orang warga lokal," katanya menjawab pertanyaan CNNIndonesia.com, Jumat petang.

Dia memastikan para penyintas itu dalam kondisi selamat tanpa luka berarti.

Dalam keterangan lebih lengkap, sebelumnya kepada wartawan, Iwan mengatakan tim SAR gabungan mencari puluhan pendaki yang tersesat atau terjebak saat Gunung Dukono erupsi pagi tadi.

"Basarnas Command Center (BBC) menerima adanya deteksi sinyal darurat (SOS) dari perangkat Garmin pada titik koordinat 1°42'13.7"N 127°52'50.2"E. Laporan tersebut selaras dan telah dikonfirmasi oleh Kepala Desa Mamuya," demikian keterangan Iwan siang tadi.

"Merespons hal tersebut dan Lokasi Kejadian berada di wilayah Kantor SAR Ternate, pada pukul 09.56 WIT, Tim Rescue Pos SAR Tobelo bersama potensi SAR langsung dikerahkan menuju Posko Pengamatan Gunung Dukono," sambungnya.

Setelah berkoordinasi dengan Polres dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat terkait situasi terkini, tim gabungan pun melakukan operasi evakuasi.

"Berdasarkan keterangan yang diperoleh, diketahui total korban keseluruhan berjumlah 20 orang dan terdapat WNA Asal Singapura," katanya.

Pada perkembangan selanjutnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam keterangan resmi menyatakan setidaknya lima pendaki mengalami luka-luka dan saat ini masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.

"Di sisi lain, berdasarkan informasi sementara yang diperoleh dari koordinasi bersama lintas instansi, termasuk Basarnas, terdapat laporan adanya dua wisatawan yang diduga meninggal dunia akibat insiden di kawasan Gunung Dukono," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tersebut.

"Namun demikian, informasi tersebut masih dalam proses verifikasi lebih lanjut oleh Basarnas dan pihak terkait," sambungnya.

3 korban erupsi gunung dukono turun Secara mandiri di dampingi oleh wargaPendaki penyintas  erupsi Gunung Dukono turun secara mandiri didampingi oleh warga. (Dok. Arsip Istimewa)

Gunung Dukono saat ini berstatus Level II (Waspada). Erupsi itu terjadi pada pukul 07.41 WIT. 

Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sejak 29 Maret 2026 terjadi 95 kejadian erupsi.

Adapun pada erupsi yang terjadi pagi tadi, berdasarkan hasil pengamatan menunjukkan kolom abu berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan tinggi mencapai sekitar 10.000 meter.

Erupsi juga disertai dentuman lemah hingga kuat. Aktivitas kegempaan terekam pada sismogram dengan amplitudo maksimum 34 mm dan durasi 967,56 detik.

Dampak erupsi terpantau di wilayah Kecamatan Galela, tepatnya di Desa Mamunya. 

"BNPB mengimbau masyarakat, wisatawan dan pendaki untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi arahan resmi dari pemerintah daerah dan petugas PVMBG," kata Abdul.

"Masyarakat di sekitar gunung juga diminta tidak beraktivitas dalam radius berbahaya yang telah direkomendasikan otoritas terkait serta menggunakan masker apabila terjadi hujan abu vulkanik," sambungnya.

(kid/dis/wis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |