Biang Kerok Banjir Sumatra, 1.583 Ha Lahan PT SJW Diambil Alih Negara

2 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) kembali menguasai 1.583 hektar lahan yang berada di area konsesi PT Sukses Jaya Wood Sumatera Barat (Sumbar).

Dalam keterangannya, penertiban lahan di Sumatera Barat itu sebagai tindak lanjut pencabutan izin perusahaan yang telah dilakukan Presiden Prabowo Subianto terhadap 28 perusahaan penyebab bencana banjir dan longsor Sumatra.

"Areal konsesi PT Sukses Jaya Wood seluas 1.583 hektar kini resmi dicabut izin pemanfaatan lahannya dan dikuasai kembali oleh negara," ujar Satgas PKH dalam keterangan tertulis, Rabu (18/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain, Juru Bicara Satgas PKH Barita Simanjuntak mengatakan pihaknya tengah mendata perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh 28 perusahaan penyebab bencana hidrometerologi di Sumatra.

Ia menjelaskan pendataan itu dilakukan untuk nantinya dikenakan sanksi pidana terhadap para pelanggar. Ia menegaskan pemberian sanksi kepada 28 perusahaan penyebab bencana banjir dan longsor tersebut tidak akan berhenti pada sanksi administratif berupa pencabutan izin saja.

"Satgas PKH juga akan melakukan inventarisasi bentuk perbuatan melawan hukum yang dilakukan 28 subjek hukum yang dicabut perizinannya," ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (27/1).

Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto resmi mencabut izin 28 perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran kerusakan hutan dan memicu bencana banjir di Pulau Sumatra.

Dari total perizinan yang dicabut, sebanyak 22 perusahaan masuk dalam kategori perusahaan berusaha pemanfaatan hutan atau PBPH hutan alam dan hutan tanaman seluas 1.010.592 hektare.

Sementara itu, sebanyak 6 perusahaan masuk dalam kategori perusahaan di bidang tambang, perkebunan, dan perizinan berusaha pemanfaatan hasil hutan kayu (PBPHHK).

Selain itu, Kementerian Lingkungan Hidup juga mencabut persetujuan lingkungan yang sebelumnya telah dikeluarkan terhadap 28 perusahaan yang diduga menjadi penyebab bencana hidrometerologi banjir dan longsor di Sumatra.

(tfq/dal)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |