Canda Zulhas ke Bahlil soal Jadi Presiden Itu Berat: Biar Prabowo Saja

3 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan alias Zulhas menyampaikan kelakar dengan Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia dalam sambutannya di acara HUT ke-28 PAN di JCC, Jumat (18/9) malam.

Kepada Bahlil, Zulhas mengaku berat menjadi ketua umum partai. Apalagi, menjadi presiden. Karenanya, dia berharap cukup Prabowo Subianto saja yang menjadi presiden.

Kelakar Zulhas langsung disambut gelak tawa Bahlil dan para peserta HUT.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pak Bahlil, jadi ketum ini berat juga. Ketum partai berat. Apalagi jadi presiden, apalagi presiden. Saya kira Pak Bahlil sama saya sepakat," ujar Zulhas.

"Presiden biar Pak Prabowo saja ya, Pak. Cocok?" Timpal Zulhas disambut acungan jempol oleh Bahlil.

Merespons itu, Prabowo hanya mengacungkan tangan ke salam ke depan. Ketua Umum Partai Gerindra itu hanya melempar senyum tipis.

Zulhas pada kesempatan itu juga menyinggung Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar yang sama-sama memiliki cita-cita mendukung program pemerintah. Bedanya, kata Zulhas, Cak Imin masih mikir-mikir untuk maju menjadi calon presiden.

"Bedanya sedikit, Pak Bahlil bersama saya mungkin enggak nyapres, kalau Pak Muhaimin masih mikir-mikir, Pak," ujar Zulhas.

Cak Imin sontak terbahak dan mengangkat tangan ke dada merespons kelakar Zulhas. Sementara, Presiden PKS Al Muzammil Yusuf, kata Zulhas, sudah menjadi presiden, dan karenanya cita-citanya sudah terwujud.

"Presiden Partai Keadilan Sejahtera Doktor Al Muzzammil Yusuf, kalau pak muzamil sudah jadi presiden, Pak. Jadi tidak cita-cita lagi," ujar Zulhas.

Buka suara soal ambang batas parlemen

Dalam kesempatan yang sama, Zulhas juga merespons soal usul soal ambang batas parlemen atau (parliamentary threshold) yang naik mencapai 5 persen. Zulhas menyampaikan mereka akan menyepakati apapun hasil keputusan dari semua partai asal sesuai dengan mufakat bersama.

"Ya, kita kan koalisi ya dengan teman-teman Gerindra dan lain-lain. Kita yang penting musyawarah mufakat. Ya, kan? Aslinya kita ini kan kekeluargaan, gotong royong, musyawarah mufakat. Kami apa saja kalau disepakati, kami ikut. Termasuk soal PT (parlementary treshold), kami ikut. Tapi harus ada kesepakatan kebersamaan, itu aja. Itu yang paling penting, ya" kata Zulhas kepada wartawan.

Sebelumnya, sejumlah partai koalisi pemerintah disebut menyepakati parliamentary threshold atau ambang batas parlemen sebesar 5 persen. Angka itu naik jika dibanding pemilu sebelumnya sebesar 4 persen.

Perubahan ambang batas parlemen merupakan perintah Mahkamah Konstitusi (MK) lewat putusan perkara Nomor 116/PUU-XXI/2023 yang dibacakan pada 29 Februari 2024. Perkara itu diajukan oleh Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem).

(thr/knf/dal)

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |