Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap alasannya tidak pernah berjoget lagi di hadapan publik.
Ia menyebut telah diminta untuk tidak lagi berjoget karena dinilai tidak pantas usai menjadi Presiden RI.
"Saya sudah dipesan saya tidak boleh joget. Jadi pakar-pakar itu, mereka merasa tidak pantas, pemimpin Indonesia joget, ya mana, rakyat kita suka joget kok," ucap Prabowo di HUT ke-28 PAN, Jakarta, Jumat (18/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada saat yang sama, Prabowo juga menyinggung kebiasaannya berpidato tanpa teks. Ia menyebut hanya pakar dan elite yang tidak menyukainya berbicara tanpa teks.
"Kalau yang enggak suka para pakar, para elite," kata dia.
Prabowo menyebut banyak pakar politik dan komunikasi yang memberi masukan agar dia berpidato berdasarkan teks. Namun, ia mengatakan bahwa ia mengenal baik rakyat Indonesia. Ia juga menyebut lebih suka untuk berbicara apa adanya.
"Tapi bagaimana ya, aku tuh sukanya bicara apa adanya," ujarnya.
Singgung pihak 'Peralat' anak Indonesia buat kegaduhan
Prabowo juga menyebut ada pihak-pihak yang berupaya membuat gaduh dan mendanai anak-anak Indonesia yang tidak mengerti apa-apa untuk membuat gaduh. Ia mengatakan mereka tak mau Indonesia menjadi negara maju.
"Mereka ingin selalu bikin huru hara, tinggal itu. Bayar anak-anak kita yang enggak ngerti apa-apa supaya bikin gaduh," kata Prabowo.
Ia mengatakan pihak-pihak itu menyebarluaskan kegaduhan itu ke seluruh dunia agar pihak asing enggan berinvestasi di Indonesia. Prabowo pun mengatakan tidak ada pihak yang kebal hukum di bawah kepemimpinannya.
Ia menyatakan akan menindaktegas siapapun yang melanggar hukum di Indonesia. Prabowo optimistis bahwa rakyat Indonesia juga senantiasa mendukungnya.
(mnf/dal)

5 hours ago
6














































