Jakarta, CNN Indonesia --
Salah satu korban peluru nyasar di Universitas Negeri Padang adalah Guruh Guwino, mantan pemain binaan Semen Padang FC.
Komisaris Semen Padang FC, Bradity Maulevy mengatakan, Guruh berposisi sebagai kiper Pro Academy (EPA) Semen Padang FC tahun 2020/2021.
"Iya. Guruh Guwino bagian dari klub (akademi) tahun 2020. Posisinya kiper. Tahun 2021 dipinjamkan ke Karo United, Juara Liga 3 yang kemudian promosi ke Liga 2," jelas Moulevy kepada CNNIndonesia.com, Rabu (3/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini tercatat, Guruh bermain untuk klub Liga 4, Persitas Tasikmalaya.
Guruh sedang berada di area kampus UNP di kawasan Air Tawar untuk menghadiri acara keluarganya yang selesai ujian kompre.
Selain Guruh, seorang mahasiswi jurusan Sosiologi bernama Nova ikut terkena peluru. Keduanya kemudian dibawa ke rumah sakit untuk pengobatan.
Dari beberapa video yang beredar, terlihat kepanikan terjadi saat peristiwa berlangsung. Beberapa orang berusaha melakukan evakuasi dan membantu korban untuk dimasukkan ke ambulans.
Sekretaris UNP Erianjoni menyatakan, korban terkena peluru nyasar TNI yang sedang menggelar latihan.
"Anak-anak habis ujian seminar proposal, di depan rektorat itu. Mereka terkena tembakan peluru nyasar. Peluru nyasar dari latihan TNI di Lapai, kompi latihan," jelasnya.
"Satu orang terkena di bagian paha. Perempuan. Mahasiswa Sosiologi. Satu lagi, keluarga mahasiswa yang sedang menunggui keluarganya. Adiknya," tambahnya.
Pihak TNI mengkonfirmasi insiden tersebut, namun belum bisa memastikan sumber peluru.
"Memang benar ada insiden, dimana ada dua saudara kita yang terkena peluru nyasar. Namun belum bisa dipastikan apakah itu berasal dari peluru anggota kita yang sedang latihan," kata Kapendam XX Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kav Taufiq kepada CNNIndonesia.com
Ia menyebut, pada saat bersamaan dengan insiden itu, sedang ada latihan tembak oleh salah satu Batalon di kawasan Lapai, yang berjarak sekitar 800 meter dari kampus.
"Bukan di (Batalyon) seberang. Latihan di Lapangan tembak Lapai. Makanya kan jaraknya memang sangat jauh. Dan kita menggunakan senjata laras panjang (saat latihan). Kalaupun memang kejadian seperti itu, atau peluru (nyasar) kita juga perlu melakukan penyelidikan, karena posisinya yang jauh," katanya.
Meski begitu, pihak Kodam XX Tuanku Imam Bonjol mengambil tanggung jawab untuk membantu korban, termasuk soal biaya penanganan medis.
(ned/isn)
Add
as a preferred source on Google

1 hour ago
2















































