Forum Rektor Dukung Wacana Pemerintah Tutup Prodi Tak Relevan

3 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Forum Rektor Indonesia (FRI) memberi sinyal dukungan terhadap wacana pemerintah untuk menutup program studi (prodi) di perguruan tinggi yang dinilai tak lagi relevan dengan kebutuhan industri dalam negeri.

Ketua Forum Rektor Indonesia Garuda Wiko mendorong agar perguruan tinggi terus relevan dengan perubahan yang cepat dan dinamis. Menurut dia, kampus harus mencetak lulusan yang mempunyai pengetahuan dan keahlian masa depan.

"Nah saya kira ini kewajiban kita semua juga ya untuk mengevaluasi, untuk meng-insert sesuatu yang baru yang memang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan yang baru," kata Garuda saat dihubungi, Selasa (28/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, tantangan baru yang terus berkembang tak bisa dihadapi dengan cara-cara lama. Sehingga, perguruan tinggi harus bisa beradaptasi dan mempersiapkan para lulusannya.

Artinya, kata Garuda, prodi-prodi di perguruan tinggi harus direvitalisasi agar bisa menciptakan pengetahuan baru dan kemampuan baru.

"Keberadaan prodi dan lain sebagainya itu ya dia harus direvitalisasi lah. Selalu ada upaya-upaya pembaharuan dan lain sebagainya, saya kira itu," kata Rektor Universitas Tanjung Pura itu.

Forum Rektor, lanjut Garuda, hingga kini belum menyampaikan sikap resmi kepada pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) soal wacana penutupan prodi tak relevan dengan industri. Namun, pihaknya terus berdiskusi agar kampus bisa terus beradaptasi.

Dia mengakui, prodi-prodi ilmu non-terapan saat ini masih jauh lebih diminati para calon mahasiswa. Oleh karena itu, kata Garuda, perlu ada formulasi agar persentasenya ke depan bisa berimbang.

"Ya kita harus memang mendorong keseimbangan lah jumlah yang terapan dan
non-terapan itu," ujar Garuda.

Meski begitu, Garuda memahami kekhawatiran bahwa perguruan tinggi tak semata untuk mencetak para tenaga kerja. Namun, dia menilai kebutuhan terhadap SDM untuk menjawab tantangan industri jauh lebih dibutuhkan.

"Untuk mengembangkan pengetahuan, mengembangkan berbagai aspek untuk menjawab kebutuhan atau tantangan-tantangan yang terjadi di masyarakat. Saya kira itu," katanya.

Wacana penutupan prodi yang tak relevan dengan dunia kerja didasarkan karena tingginya angka lulusan dari prodi yang tidak terserap di dunia kerja.

Namun, Plt Sekjen Kemendiktisaintek Badri Munir Sukonco mengatakan penutupan prodi hanya opsi terakhir jika suatu program studi tidak lagi memenuhi standar mutu, tidak memiliki keberlanjutan akademik yang memadai, dan tidak dapat lagi dikembangkan.

"Kemdiktisaintek menegaskan penutupan program studi bukanlah pilihan utama. Penutupan hanya opsi terakhir apabila suatu program studi berdasarkan evaluasi menyeluruh tidak lagi memenuhi standar mutu, tidak memiliki keberlanjutan akademik yang memadai, dan tidak dapat lagi dikembangkan melalui langkah-langkah pembinaan atau transformasi," kata Badri dalam keterangan tertulis, Selasa (28/4).

(fra/thr/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |