Gebrakan Prabowo Evaluasi MBG: Copot Kepala BGN hingga Audit Internal

1 hour ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dengan memberhentikan Dadan Hindayana dari posisi kepala lembaga tersebut dan menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai penggantinya.

Selain Dadan, Prabowo turut mencopot Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya dari jabatan wakil kepala BGN. Sebagai penggantinya, Presiden menunjuk Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono untuk menduduki posisi tersebut.

Pengumuman resmi disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi yang juga bertindak sebagai Juru Bicara Presiden RI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keterangan itu disampaikan dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6) malam.

Prasetyo hadir bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari. Ketiganya tiba di Kantor Presiden sekitar pukul 20.30 WIB usai mengikuti rapat bersama Presiden Prabowo.

Dalam keterangannya, Prasetyo menjelaskan keputusan pergantian pimpinan BGN diambil setelah Presiden melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja lembaga tersebut selama hampir satu setengah tahun.

"Selama kurang lebih hampir 1,5 tahun melakukan monitoring, melakukan evaluasi, maka pada hari ini, Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional. Yang pertama, adalah saudara Dadan Hindayana sebagai kepala Badan Gizi Nasional. Yang kedua, saudara Lodewyk Pusung sebagai wakil kepala Badan Gizi Nasional. Yang ketiga, saudara Sony Sanjaya sebagai wakil kepala Badan Gizi Nasional," kata Prasetyo Hadi saat jumpa pers di Kantor Presiden RI, Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa malam.

Meski melakukan pergantian, pemerintah tetap menyampaikan apresiasi kepada para pejabat yang diberhentikan atas kontribusi mereka dalam membangun dan mengembangkan BGN sejak awal berdiri.

"Tentunya, (pergantian pimpinan, red.) disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras dan dedikasinya selama ini di dalam membangun pondasi dan mengembangkan Badan Gizi Nasional," sambung Prasetyo Hadi.

Pada kesempatan yang sama, Prasetyo mengumumkan susunan pimpinan baru yang akan memimpin BGN ke depan.

"Untuk selanjutnya, Bapak Presiden memutuskan untuk mengangkat saudari Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru. Kemudian, saudari Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional yang baru, dan saudara Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional yang baru," ujar Prasetyo Hadi.

Pemerintah berharap jajaran baru segera melakukan konsolidasi internal sekaligus memperkuat koordinasi dengan berbagai kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah agar seluruh program BGN tetap berjalan optimal.

"Kepada tiga pimpinan Badan Gizi Nasional yang baru, kami berharap untuk dapat segera melakukan konsolidasi internal, memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, dan tentu saja juga memperkuat koordinasi bersama dengan pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota, serta memastikan seluruh program Badan Gizi Nasional dapat tetap berjalan dengan sebaik-baiknya," sambung Prasetyo.

Terkait pelantikan, Prasetyo mengatakan jadwal resminya akan diumumkan kemudian. Namun, para pejabat yang ditunjuk sudah dapat menjalankan tugas dan kewenangannya.

"Yang pasti dengan ditetapkan, pengangkatan, pejabat yang baru sudah dapat menjalankan fungsi dan tanggung jawab sebagaimana mestinya," kata Prasetyo Hadi.

Audit internal praktik jual beli SPPG

Dalam konferensi pers tersebut, Prasetyo juga membeberkan sejumlah catatan yang menjadi pertimbangan Presiden dalam mengambil keputusan pergantian pimpinan BGN. Menurutnya, evaluasi selama 1,5 tahun menghasilkan berbagai temuan yang perlu segera diperbaiki.

"Tentunya, selama 1,5 tahun melakukan monitoring dan evaluasi, banyak catatan-catatan yang kemudian itu menjadi dasar pertimbangan oleh Bapak Presiden untuk melakukan pergantian ini dengan harapan catatan-catatan tersebut dapat segera untuk kita perbaiki," kata Prasetyo Hadi.

Ia menyebut persoalan kedisiplinan dalam penerapan standar operasional prosedur (SOP), tata kelola organisasi, hingga pengawasan kualitas makanan menjadi beberapa aspek yang mendapat perhatian khusus.

"Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP, ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan tata kelola, termasuk kedisiplinan di dalam menjaga kualitas dari makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional. Beberapa hal tersebut yang menjadi dasar pertimbangan dalam 1,5 tahun ini," sambung Pras.

Sementara mengenai dugaan praktik jual beli titik dapur MBG dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Prasetyo menegaskan seluruhnya masih dalam tahap audit dan pemeriksaan internal.

"Semua sedang dalam proses audit internal. Itu adalah bagian dari monitoring dan evaluasi terus-menerus yang kami lakukan, karena kami menghendaki Badan Gizi Nasional dapat menjalankan tugas dan fungsinya sebaik-baiknya," kata Pras menjawab pertanyaan wartawan.

Program MBG tetap berjalan

Meski terjadi pergantian pimpinan, pemerintah memastikan seluruh program BGN, terutama Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetap berjalan tanpa gangguan.

"Pemerintah akan terus memastikan bahwa selama proses evaluasi yang terus kita laksanakan, seluruh program Badan Gizi Nasional tetap berjalan sebagaimana mestinya. Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu sama sekali, dan setiap unit kerja di lingkungan Badan Gizi Nasional diharapkan tetap menjalankan tugas sesuai dengan tanggung jawab masing-masing," kata Prasetyo Hadi.

Prasetyo menegaskan perubahan di tingkat pimpinan tidak mengubah komitmen pemerintah dalam menjalankan program unggulan tersebut.

"Pemerintah sekali lagi menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini tidak akan mengganggu komitmen kita di dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis yang dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional. Semoga langkah ini menjadi awal yang baik bagi penguatan pelayanan program Makan Bergizi Gratis agar dapat berjalan dengan sebaik-baiknya sebagai bagian dari investasi pendidikan dan sumber daya manusia kita dan sekaligus sebagai pengejewantahan manifesto keberpihakan, dan tentu kita berharap program ini dapat menjadi alat penggerak ekonomi nasional," ujarnya.

(antara/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |