Jakarta, CNN Indonesia --
Pria bernama Aditya Pratama Putra buka suara lantaran dirinya disebut mirip dengan Taufik Hidayat, pria yang diduga melakukan penyiksaan serta penyekapan terhadap YTR (29) di kamar kosnya wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Klarifikasi itu disampaikan Aditya melalui video yang diunggah di akun Instagramnya @aditya.peratama. Aditya juga menulis klarifikasi di tautan tersebut, termasuk permohonan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menggelar sayembara menangkap Taufik.
"Izin @dedimulyadi71 mohon perlindungan nya karena bapak baru sayembara hadiah uang tunai untuk yang menemukan pelaku😭. Tolong di sebarkan video klarifikasi ini, saya takut di amuk masa di jalan 🥲," tulis Aditya. CNNIndonesia.com telah mendapat izin dari Aditya untuk mempublikasi video klarifikasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian dalam videonya, Aditya mengungkap bahwa dirinya sempat diincar bapak-bapak yang meliriknya karena dikira sebagai Taufik.
"Nama saya Aditya Pratama Putra, asal domisili Soreang, Kabupaten Bandung. Di sini saya ingin membuat video klarifikasi bahwasanya saya bukan Taufik Hidayat," kata dia dalam video seperti dikutip Selasa (23/6).
Aditya menceritakan dirinya sempat dilirik oleh bapak-bapak di sebuah minimarket. Sebab, dirinya dikira Taufik Hidayat, buron terduga pelaku penganiayaan dan penyekapan.
"Di sini saya mau mengklarifikasi bahwa saya bukan Taufik Hidayat seperti di foto ini ya. Memang, rada mirip sedikit, tapi itu bukan saya,"
"Saya mah jangankan menganiaya wanita, ada semut nempel di tangan saya tiup, bukan saya teplak ya. Kadang kalau udah ngepret (menepuk) nyamuk, saya mah mikir anak-anaknya makan apa nanti. Jadi saya bukan tipe orang yang psikopat seperti ini ya," sambungnya.
Masih dalam video itu, Aditya pun meminta kepada aparat kepolisian dan masyarakat untuk tidak lagi mengira bahwa dirinya adalah Taufik Hidayat.
"Jadi mohon untuk pak polisi ataupun teman-teman atau warga masyarakat Indonesia, Bandung dan sekitarnya, kalau lihat saya di jalan, saya bukan Taufik Hidayat," ucap dia.
Sebelumnya, seorang perempuan berinisial YTR diduga dianiaya dan disekap kekasihnya Taufik Hidayat selama 3 tahun di kamar kosnya wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Akibat peristiwa itu, perempuan 29 tahun mengalami luka berat seperti tidak bisa melihat secara normal, bibir sumbing, sulit berbicara, hingga tidak bisa berjalan.
Kasus dugaan penganiayaan itu sudah dilaporkan pihak keluarga ke Polda Jawa Barat pada Jumat, 12 Juni 2026. Kakak korban, Melanie Silviani mengatakan korban masih dirawat intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung.
Polisi telah menetapkan Taufik Hidayat sebagai buron di kasus ini. Sementara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menggelar sayembara mempercepat proses pencarian terhadap Taufik Hidayat.
Dedi mengumumkan hadiah sebesar Rp250 juta bagi siapa saja yang dapat memberikan informasi akurat mengenai keberadaan buronan tersebut kepada aparat atau membantu hingga yang bersangkutan berhasil diamankan.
Ia mengajak masyarakat Jawa Barat maupun seluruh warga Indonesia untuk berpartisipasi membantu aparat dalam menemukan terduga pelaku. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dapat mempercepat proses penegakan hukum dan memberikan keadilan bagi korban.
"Kepada seluruh warga, mari kita sama-sama membantu mencarinya. Siapa pun yang mengetahui keberadaannya, segera informasikan kepada aparat agar yang bersangkutan dapat segera ditangkap," kata dia melalui akun Instagramnya, Senin (23/6).
(dis/wis)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
8

















































