Jakarta, CNN Indonesia --
Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah menggeledah Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) yang berlokasi di Jakarta Pusat sejak Rabu (3/6) dini hari. Apa yang diusut Kejagung?
Seorang petugas keamanan di Kantor BGN mengatakan tim penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus sudah berada di di lokasi sejak Rabu (3/6) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.
Dengan demikian, sudah kurang lebih delapan jam penggeledahan tersebut berlangsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga ini belum ada penjelasan lebih lanjut dari Kejagung ihwal kegiatan penggeledahan tersebut. Termasuk, soal kasus apa yang tengah diusut.
Plh. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Mohammad Jeffry sejauh ini hanya membenarkan soal penggeledahan tersebut. Jeffry menyebut nantinya akan dilakukan konferensi pers terkait hasil penggeledahan di Kantor BGN itu.
"Penyidik Pidsus (Pidana Khusus) Kejaksaan Agung benar melakukan geledah di kantor BGN," ujarnya saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Rabu.
Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, sejumlah karyawan BGN terlihat menunggu di luar area kantor saat jam kerja berlangsung.
Para pegawai yang telah tiba di lokasi diminta turun dan menunggu di luar gedung sambil menantikan arahan lebih lanjut. Menurut informasi yang diperoleh di lokasi, seluruh karyawan yang datang tidak diperkenankan langsung memasuki kantor.
Mereka diarahkan untuk tetap berada di luar area gedung karena adanya kegiatan yang melibatkan pihak Kejaksaan Agung (Kejagung).
Sebagai informasi, penggeledahan ini dilakukan tepat sehari setelah Presiden RI Prabowo Subianto mencopot Kepala BGN Dadan Hindayana pada Selasa (2/6).
Ketika ditanyai apakah pencopotan itu berkaitan dengan dugaan praktik jual beli Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG), Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan hal itu tengah dalam proses audit internal.
"Semua sedang dalam proses audit internal. itu adalah bagian dari, sekali lagi kami sampaikan, bagian dari monitoring dan evaluasi terus menerus yang kita lakukan," kata Pras di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6).
(dis/har)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
2
















































