Kemenkes Kebut Imunisasi Campak Sebelum Idulfitri 2026

2 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Dalam beberapa waktu terakhir, kasus campak dan suspeknya sedang meningkat di Indonesia, bahkan di beberapa daerah sudah berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB).

Kementerian Kesehatan mencatat saat ini setidaknya ada 10.453 suspek campak sepanjang 2026, dengan penambahan 506 suspek terjadi pada pekan kedelapan apabila dibandingkan dengan pekan sebelumnya bulan lalu.

Sebagai salah satu langkah antisipasi, pemerintah pun menggencarkan lagi pemberian vaksin atau imunisasi campak. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan pihaknya menargetkan dalam 1-2 pekan cakupan imunisasi campak dapat mencapai 95 persen sebelum Idul Fitri 1447 Hijriah/Lebaran 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah hari ini sudah jalan satu minggu. Saya ngeliat hasilnya penetrasinya bagus. Angka pastinya saya belum dapat. Tapi memang kita ngejar ini kalau bisa sebelum Lebaran," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Kamis (12/3) seperti dikutip dari Antara.

Budi menyebutkan imunisasi sudah dijalankan di 50 kabupaten/kota. Adapun target pencapaian sebelum Lebaran, lanjut dia, karena saat mudik orang-orang bergerak secara masif, sehingga ada risiko penyebaran.

"Nah kalau anak-anak ini terkena campak atau ada orang tua yang terkena campak kemudian bergerak, itu bisa menularkan yang lain," ucap Budi.

Dia menerangkan satu orang campak berisiko menularkan ke 12-18 orang lain.

"Itu kalau kita mau menahan penularan kayak Covid dulu, ini harus 95 persen memiliki kekebalan karena imunisasi," ujar Budi.

Percepatan imunisasi tersebut digencarkan puskesmas dan posyandu. Budi menyebut Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian juga menyatakan dukungannya terhadap langkah tersebut.

Layanan vaksin MR di posko mudik

Sebelumnya, Kemenkes menyatakan bakal membuka layanan pemberian vaksin MR (Measles Rubella) pada posko-posko mudik guna mengantisipasi kenaikan penyebaran kasus campak saat musim libur Lebaran mendatang.

Dalam konferensi pers pada Jumat (6/3), Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni mengatakan pihaknya siap mengantisipasi para pemudik dengan anak-anak yang belum mendapatkan vaksin campak.

"Kami siap mengantisipasi, jadi sudah menyiapkan sebenarnya layanan vaksinasi campak pada pos mudik. Kami sudah merencanakan akan dibuka layanan vaksinasi di pos pelayanan mudik," kata Andi dalam Konferensi Pers Update Kasus Campak di Indonesia tersebut.

Kemenkes menjamin keamanan penggunaan vaksin MR dalam imunisasi campak karena sudah memiliki izin edar BPOM serta melalui evaluasi ketat WHO, dengan efek samping yang bersifat wajar dan sementara.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Farmalkes) Kemenkes Lucia Rizka Andalusia meminta masyarakat untuk tidak khawatir terkait pemilihan vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi nasional, khususnya untuk penyakit campak.

(antara/kid)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |