Pramono Minta Usut Dalang Manipulasi AI di JAKI, Yakin Bukan PPSU

6 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menanggapi serius polemik aduan warga di aplikasi JAKI yang hasilnya ditindaklanjuti dengan foto editan atau Artificial Intelligence (AI).

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan bahwa proses pemeriksaan menyeluruh tengah berjalan untuk membongkar siapa saja pihak yang terlibat dalam kasus tersebut.

"Jadi sekarang ini kan Inspektorat sedang melakukan pendalaman, baik itu kepada lurah, ibu siapa yang di Kalisari, kemudian PPSU-nya, kemudian Sudin-nya," ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (7/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semuanya nanti pada saatnya pasti akan ketahuan," sambungnya.

Yakin bukan PPSU

Sorotan publik sebelumnya sempat mengarah pada petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) setempat yang dikabarkan telah menerima sanksi teguran berupa SP1.

Meski demikian, Pramono secara tegas membela pasukan oranye tersebut karena meyakini bahwa mereka bukanlah perancang teknis di balik balasan AI tersebut.

"Kalau kemudian menyalahkan ke PPSU juga nggak bisa. PPSU-nya pasti bukan orang yang melakukan atau memanipulasi tentang AI-nya," tegas Pramono.

Oleh karena itu, penyelidikan kini dikerucutkan untuk memburu aktor intelektual yang dengan sengaja merakit dan mendistribusikan konten manipulatif tersebut ke ranah publik.

Pramono juga menekankan bahwa penelusuran oleh Inspektorat akan terus berlanjut tanpa pandang bulu, sekalipun pimpinan wilayah setempat telah mengakui kesalahan.

"Yang saya minta untuk didalami, dicarikan siapa yang melakukan AI-nya itu kemudian yang meng-upload-nya. Dan walaupun ibu lurahnya sudah minta maaf, saya tetap minta untuk Inspektorat mendalami hal ini," ujar Pramono.

Laporan awal warga tersebut menyoroti masalah parkir liar di salah satu perumahan di kawasan Jakarta Timur. Dalam foto aduan yang dilampirkan, tampak deretan mobil terparkir bebas di bahu jalan beserta seorang petugas berpakaian oranye yang berdiri di lokasi.

Namun, kejanggalan muncul pada foto bukti tindak lanjut di aplikasi JAKI. Meski deretan mobil tersebut tampak sudah menghilang, sudut pengambilan gambar sama sekali tidak berubah. Selain itu, terdapat detail yang tidak wajar pada pakaian petugas di dalam foto tersebut.

Sederet kejanggalan inilah yang memicu dugaan bahwa pihak terkait memanipulasi penyelesaian masalah menggunakan foto hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI).

(kna/dal)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |