Prihatin Jalan Rusak, Warga dan Aparat di Lasitae Barru Tambal Jalan dari Hasil Galang Dana

2 weeks ago 5

BARRU - Potret heroik sekaligus ironis tersaji di Desa Lasitae, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, pada Jumat pagi (15/5/2026). 

Di saat pemerintah daerah kerap menggaungkan anggaran infrastruktur, warga Dusun Butung hingga Bujung Lompo justru harus turun ke jalan, menggalang koin sumbangan demi menambal jalan rusak secara swadaya.

​Aksi ini menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barru. 

Fasilitas publik yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara, kini terpaksa diambil alih oleh barisan ibu-ibu muda yang gerah melihat pembiaran infrastruktur yang mengancam nyawa pengendara.

​Gerakan sosial ini lahir murni dari keprihatinan kaum perempuan di wilayah Butung-Bujung Lompo. Guna membeli material penambal jalan, ibu-ibu ini terpaksa meminta sumbangan sukarela.

​Sinergi yang tercipta memang indah melibatkan Bhabinkamtibmas Desa Lasitae Aipda Rusli M.H., Babinsa, hingga warga setempat yang bahu-membahu mengangkat material.

Namun, di balik narasi kegotongroyongan tersebut, tersimpan kritik tajam mengenai ke mana larinya anggaran perbaikan jalan Pemkab Barru.

​"Akses jalan yang layak sangat krusial untuk menunjang mobilitas harian dan ekonomi warga desa, " ujar Aipda Rusli di sela-sela kegiatan.

​Kepala Desa Lasitae, Kartini Baharuddin, yang hadir langsung memantau pengerjaan menyebut aksi ini sebagai respons taktis masyarakat sebelum adanya perbaikan permanen melalui anggaran pemerintah.

​"Kami sangat bangga dengan kemandirian warga. Sinergi antara pemerintah desa, TNI, dan Polri hari ini menjadi penyemangat tambahan, " tutur Kartini.

​Namun, pengamat kebijakan publik menilai, dalih menunggu anggaran pemerintah seringkali menjadi lagu lama yang mengorbankan keselamatan warga. 

Kemandirian masyarakat dalam menggalang dana di satu sisi adalah prestasi moral warga, namun di sisi lain merupakan rapor merah bagi dinas terkait di Pemkab Barru yang lamban merespons titik rawan kecelakaan.

​Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengonfirmasi bahwa kerusakan ini sudah berlangsung lama tanpa ada tanda-tanda perbaikan dari kabupaten.

"Kami bersyukur ibu-ibu berinisiatif galang dana dan dibantu Pak Bhabinkamtibmas. Tapi kalau harus begini terus, untuk apa ada pemda?" cetusnya ketus.

​Fenomena di Desa Lasitae ini membuka tabir kekecewaan publik yang lebih luas mengenai pemerataan pembangunan di Kabupaten Barru.

Gotong royong TNI, Polri, dan warga memang berhasil menutup lubang jalan hari ini, tetapi sifatnya hanyalah sementara (paliatif).

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait tentang kejelasan status dan rencana perbaikan permanen untuk ruas jalan di Desa Lasitae tersebut.

​Masyarakat Barru kini menunggu, apakah aksi patungan ibu-ibu ini mampu mengetuk pintu hati para pemangku kebijakan di pusat kabupaten, ataukah jalanan tersebut akan kembali dibiarkan rusak saat semen swadaya warga mulai terkikis hujan.

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |