Jakarta, CNN Indonesia --
Sebuah era baru layanan transportasi umum di Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar) dimulai setelah Terminal Cicaheum ditutup hari ini, Jumat (26/6).
Per hari ini terminal yang sudah beroperasi sejak 1975 itu resmi menghentikan seluruh layanan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung kini mengalihkan seluruh operasional rute tersebut ke Terminal Leuwipanjang yang berjarak sekitar 9 kilometer dari Terminal Cicaheum.
Dalam budaya populer, terminal Cicaheum ini dikenal sebagai salah satu tempat pengambilan gambar untuk serial televisi 'Preman Pensiun'. Beberapa titik ikonik dari terminal tersebut di serial televisi yang dulu digawangi dua almarhum aktor kawakan Didi Petet dan Epy Kusnandar itu di antaranya adalah kawasan warung, parkir bus, serta tempat ngetem angkutan kota alias angkot.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengumuman penutupan Terminal Cicaheum pun diunggah di akun Instagram @bdg.dishub pada Kamis (25/6). Pengguna transportasi umum khususnya dari dan ke arah timur Kota Bandung pun harus beradaptasi dengan perubahan tersebut.
Pihak Dishub juga mengingatkan para calon penumpang untuk lebih teliti memeriksa jadwal agar tidak tertinggal bus di lokasi yang baru.
Kadishub Kota Bandung, Rasdian, mengatakan meskipun Terminal Cicaheum resmi ditutup tak melayani AKAP dan AKDP lagi, para pedagang yang selama ini mencari nafkah tetap diperbolehkan berjualan di sana untuk sementara. Pasalnya, kata dia, kompensasi untuk para pedagang alias pelapak di Terminal Cicaheum masih sedang dikoordinasikan.
"Pedagang masih boleh jualan karena belum diberi kompensasi," ujarnya kemarin, dikutip dari detikJabar.
Terkait masalah kompensasi, hal tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Rasdian menjelaskan saat ini skema tersebut masih dalam tahap penggodaan serius.
"Pembahasannya masih ada yang perlu diselesaikan dulu, ada yang dihitung oleh konsultan, draft sudah dibuat," tambahnya.
Jika masih ada bus yang masuk ke Terminal Cicaheum hari ini, dia bilang akan segera ambil tindakan tegas berupa pengalihan rute secara paksa.
"Suruh balik kanan, sudah tidak boleh," kata dia.
Namun, mengutip dari detikJabar, pada pantauan Jumat hingga siang ini masih ada sejumlah armada transportasi umum yang menyambangi atau transit di Terminal Cicaheum.
Walaupun demikian, kawasan parkir bus atau area terminal tampak lengang. Tapi, ada sejumlah armada bus terpantau hanya singgah sementara untuk mengangkut penumpang yang masih mendatangi lokasi. Dodo, salah satu sopir bus, menjelaskan bahwa secara administratif operasional busnya telah berpindah ke Terminal Leuwipanjang.
"Sudah di Leuwipanjang, ke sini itu transit karena masih ada penumpang yang harus di bawa di sini," katanya.
Ia menambahkan, aktivitas di lokasi tersebut akan benar-benar berhenti total saat proyek pembangunan fisik di area terminal mulai dikerjakan.
Sementara itu, untuk angkutan elf jurusan Priangan Timur, banyak pengemudi yang memilih tidak masuk ke dalam area terminal. Mereka terpantau memarkirkan kendaraan dan menunggu penumpang di bahu jalan di luar kawasan terminal.
Terminal Leuwipanjang
Kini, seluruh layanan bus AKAP dan AKDP yang biasanya di Terminal Cicaheum resmi dipindahkan ke Terminal Leuwipanjang. Menghadapi perpindahan tersebut, pengelola Terminal Leuwipanjang memastikan seluruh persiapan telah dilakukan agar pelayanan kepada penumpang tetap berjalan normal.
Kepala Terminal Leuwipanjang Asep Hidayat mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan sejak jauh hari, mulai dari penataan jalur bus, ruang tunggu penumpang, hingga fasilitas penunjang lainnya.
"Kami di sini, Leuwipanjang, dari jauh-jauh hari sudah menyiapkan tempat pengetemannya dan jalur keberangkatannya, baik tempat istirahat penumpang, lounge-nya segala macam, jauh-jauh hari sudah kami siapkan," kata Asep, Jumat, dikutip dari detikJabar.
Menurut Asep, proses perpindahan armada dari Terminal Cicaheum hampir sepenuhnya telah rampung. Saat ini sekitar 90 persen perusahaan otobus (PO) sudah mulai beroperasi dari Terminal Leuwipanjang.
"Memang yang sudah masuk ke Terminal Leuwipanjang itu, bus Cicaheum itu sudah banyak, sudah hampir 90 persen dan yang lainnya akan menyusul di awal bulan, seperti City Trans itu awal bulan tanggal 2, Goodwill sudah masuk terakhir kemarin," ujarnya.
"Yang lainnya sisa empat sampai lima PO yang memang belum masuk, yang total semuanya sekitar 20 PO yang sudah masuk ke Terminal Leuwipanjang yang dari Cicaheum," lanjutnya.
Untuk menghindari kepadatan di dalam terminal, pengelola menerapkan sistem pengaturan waktu kedatangan bus. Setiap armada hanya diperbolehkan masuk sesuai jadwal keberangkatan.
"Dan itu kita atur jadwalnya sesuai jam keberangkatan masing-masing. Jadi bus itu sebelum jadwalnya, tidak masuk terminal, supaya Terminal Leuwipanjang tidak padat, sehingga kita atur jadwalnya, yang berangkatnya pagi hari di jam 9 ya masuk jam 9 untuk mengambil penumpang. Jadi tidak berlama-lama di Terminal Leuwipanjang untuk mencegah terjadinya penumpukan kendaraan di terminal," ujarnya.
Moda transportasi umum penunjang
Bagi masyarakat yang sebelumnya terbiasa berangkat dari Terminal Cicaheum, Asep memastikan akses menuju Terminal Leuwipanjang juga telah didukung oleh berbagai moda transportasi penghubung.
"Bilamana ada penumpang biasanya (berangkat) dari Cicaheum kayak dari Dago, sudah ada MGT (Metro Trans Jabar) yang dipersiapkan, sejauh-jauh hari sudah beroperasional. Terus ada Damri, TMB yang Cicaheum-Leuwipanjang. Jadi tidak kesulitan untuk masuk ke Terminal Leuwipanjang karena banyak angkutan yang memang menghubungkan antara Cicaheum, Bandung Raya ke sini," tuturnya.
Sebelumnya, Cicaheum adalah gerbang kota Bandung untuk armada bus dari arah Timur, sementara Leuwipanjang adalah gerbang untuk armada bus dari arah Barat--termasuk Jakarta.
Baca berita lengkapnya di sini.
(wis)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
5















































