Jombang, CNN Indonesia --
Sidang Pleno 5 Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, menetapkan sembilan kiai sepuh dan kiai khos sebagai anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), Minggu (30/8) malam.
Penetapan dilakukan setelah proses tabulasi terhadap usulan pemilik suara sah muktamar yakni Pengurus Wilayah NU (PWNU), Pengurus Cabang NU (PCNU), dan Pengurus Cabang Istimewa NU (PCI NU).
Berikut sembilan nama kiai dengan suara terbanyak dan ditetapkan sebagai anggota AHWA. Yang pertama, yakni KH Nurul Huda Djazuli (Ploso) dengan 485 suara atau 10,31 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, TGK KH Nuruzzahri Yahya (Waled NU) dengan 477 suara atau 10,14 persen; lalu ketiga AG KH Baharuddin HS, dengan 392 suara atau 8,3 persen.
Keempat, KH Miftachul Akhyar dengan 350 suara atau 7,4 persen; kelima, KH Afifuddin Muhajir dengan 339 suara atau 7,2 persen; keenam, KH Anwar Iskandar dengan 326 suara atau 6,9 persen.
Berikutnya, ketujuh, KH Anwar Manshur (Lirboyo) dengan 303 suara atau 6,4 persen; kedelapan, Prof Dr KH Said Aqil Siroj dengan 273 suara atau 5,8 persen; dan kesembilan, Dr KH Abun Bunyamin, MA dengan 268 suara atau 5,7 persen.
AHWA sendiri merupakan majelis yang beranggotakan sembilan ulama sepuh dan kiai khos terpilih. Mereka akan bertugas bermusyawarah untuk menentukan pimpinan tertinggi PBNU.
Rais Syuriah PBNU sekaligus Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar ke-35 NU, Prof Mohammad Nuh, mengatakan AHWA dibentuk dari usulan Pengurus Wilayah NU (PWNU), Pengurus Cabang NU (PCNU), dan Pengurus Cabang Istimewa NU (PCI NU) yang diserahkan sejak awal registrasi muktamar.
Usulan nama tersebut dituliskan dalam berkas yang dimasukkan ke enam wadah transparan tak bisa dibuka, yang ditempatkan di sebuah ruangan tepat di depan rumah KH Abdul Rozaq Sholeh alias Gus Rozaq, Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Kotak-kotak itu dipantau melalui CCTV dan dijaga 15 anggota Satuan Inspeksi Tanggap Pengamanan (Sigap) Ponpes Bahrul Ulum secara bergantian selama 24 jam.
Sembilan anggota AHWA yang telah ditetapkan dijadwalkan segera menggelar musyawarah tertutup untuk menentukan Rais Aam dan selanjutnya juga memilih Ketua Umum PBNU periode 2026-2031.
(frd/dal)

1 hour ago
7

















































