Siswa Keracunan MBG Tana Toraja Capai 160 Orang, 81 Masih Dirawat

1 hour ago 6

Makassar, CNN Indonesia --

Jumlah siswa SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan yang terdampak gangguan kesehatan diduga akibat keracunan makanan dari menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjumlah 160 siswa.

"Iya jumlahnya total ada 160 orang," kata Sekretaris Daerah Tana Toraja sekaligus Ketua Satgas MBG, Rudy Andi Lolo kepada CNNIndonesia.com, Jumat (4/9).

Rudy menyebutkan bahwa dari 160 siswa SMP yang terdampak gangguan kesehatan akibat makanan program MBG yang dibagikan pada Rabu (2/9) kemarin, sebanyak 81 orang masih menjalani perawatan di tiga rumah sakit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi tadi pagi sisa 81 orang rawat inap tapi mungkin hari ini sudah bisa pulang. Kemudian ada 106 rawat jalan dan langsung pulang," ungkapnya.

Pihak kepolisian saat ini turun tangan menyelidiki penyebab dugaan keracunan MBG di Tana Toraja.

"Iya, sementara ini kita masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan dari pihak BPOM," kata Kapolres Toraja, Budi Hermawan.

Menurut Budi bahwa penyelidikan dilakukan untuk mengetahui apakah ada tindakan kelalaian dalam proses pembuatan makan MBG tersebut atau tidak.

"Kita harap korban bisa sembuh secepatnya, agar proses proses penyelidikan bisa dilakukan," ujarnya.

Kepala BGN Sudaryono menyatakan pihaknya tengah melakukan evaluasi menyeluruh menyusul laporan gangguan kesehatan yang diduga terjadi setelah mengonsumsi menu MBG di sejumlah daerah.

"Tentu kami sangat terpukul sebetulnya, tapi kami tidak boleh menyerah. Insyaallah ini kami perbaiki semua tata kelolanya, aturannya, penataan keuangannya, dan lain sebagainya," kata Sudaryono usai rapat dengan Komisi IX DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis malam.

Ia pun menyerahkan proses hukum dugaan tindak pidana dalam kasus gangguan kesehatan terkait MBG kepada aparat penegak hukum.

"Pidana atau tidaknya itu tergantung hasil penyelidikan dari pihak aparat penegak hukum," kata Sudaryono

Sudaryono mengatakan berdasarkan laporan yang diterimanya, sejumlah kasus gangguan kesehatan tersebut telah masuk tahap penyidikan. Namun, dia tidak memerinci lokasi maupun kasus yang dimaksud.

"Apakah ada yang tersangka atau tidak? Kita serahkan kepada hasil penyidikan atau penyelidikan oleh aparat penegak hukum di lapangan," imbuhnya.

(mir/gil)

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |