Tanah Datar - Setelah perjuangan panjang selama 14 hari penuh, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar akhirnya menutup masa tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor yang telah melanda wilayahnya sejak 13 Mei hingga 26 Mei 2026. Keputusan ini diambil setelah mendengarkan berbagai masukan berharga dari forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) dan para pemangku kepentingan lainnya. Kini, Tanah Datar melangkah ke babak baru, memasuki masa transisi darurat menuju pemulihan yang diharapkan dapat membawa kembali senyum di wajah warga.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, secara resmi mengumumkan peralihan status ini pada Senin (25/5/2026) malam, dalam sebuah rapat penting yang digelar di Gedung Indo Jolito, Batusangkar.
"Malam ini kami putuskan masa tanggap darurat bencana berakhir dan terhitung mulai tanggal 27 Mei sampai 27 Desember Tanah Datar memasuki masa transisi darurat ke pemulihan pasca bencana, ” kata Eka Putra.
Sebelumnya, empat kecamatan menjadi titik fokus penanganan darurat: Tanjung Emas, Padang Ganting, Lintau Buo, dan Lintau Buo Utara. Peralihan status ini bukan berarti masalah telah usai sepenuhnya. Bupati Eka Putra menegaskan bahwa masih ada pekerjaan rumah besar berupa kerusakan yang memerlukan perhatian dan penanganan lanjutan.
“Di lokasi bencana masih terdapat kerusakan yang berdampak pada kehidupan masyarakat sehingga diperlukan penanganan terpadu sesuai prosedur pasca bencana melalui masa transisi darurat, ” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa langkah-langkah cepat dan tepat, sesuai dengan koridor hukum yang berlaku, akan menjadi kunci utama agar proses pemulihan berjalan seoptimal mungkin, memulihkan harapan dan kehidupan masyarakat yang terdampak.
Di tengah momen penting ini, Bupati Eka Putra tak lupa menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada semua pihak yang telah bahu-membahu dalam upaya penanganan bencana. Dukungan yang mengalir dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), para relawan kemanusiaan, hingga para donatur, diakui sangat berarti bagi masyarakat yang tengah berjuang.
“Atas nama pemerintah daerah dan pribadi, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu masyarakat terdampak bencana. Semoga apa yang dilakukan menjadi amal ibadah, ” katanya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Datar, dr. Ermon Reflin, turut memberikan kabar baik. Ia melaporkan bahwa seluruh warga terdampak telah menerima bantuan dan pelayanan yang mereka butuhkan selama masa tanggap darurat. Kondisi di lapangan kini berangsur membaik, bahkan rumah-rumah warga yang sempat terdampak kini telah dibersihkan melalui semangat gotong royong yang luar biasa.
“Pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing dan dibekali bantuan sembako menjelang Idul Adha. Ke depan, pendampingan tetap dilakukan selama masa transisi darurat, ” ujarnya.

1 week ago
5

















































