Teror Api Rumah Fia Sleman Meluas, Bakar Benda di Luar Bangunan

4 hours ago 5

Yogyakarta, CNN Indonesia --

Sebaran titik api di kediaman Mutfiana alias Fia, warga Seyegan, Sleman, DIY yang dilanda fenomena kebakaran berulang kini mulai meluas.

Agus, ayah Fia menuturkan bahwa titik api telah merembet mencapai area bangunan di sebelah utara rumahnya. Bangunan ruko ini telah dipakai ia sekeluarga mengungsi sejak api misterius ini muncul kali pertama sebelas hari lalu.

Kata Agus, api ini muncul pada Senin (1/6) sore dan petang kemarin. Pertama, api menyulut triplek di samping utara bangunan. Kedua, si jago merah membakar kayu di belakang bangunan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya sudah merembet ke luar, sudah dua kali kemarin ini," kata Agus ditemui Selasa (2/6) malam.

Beruntung, kedua titik api di waktu berbeda itu bisa dipadamkan sebelum membesar.

"Itu kalau (menyulut) kain mungkin udah gede apinya," sambung dia.

Agus sendiri menghitung sudah api sudah 81 kali muncul sejak kejadian pertama sebelas hari lalu. Jumlah titik api kini telah melebihi 65 lokasi.

Selain di luar, ruangan bagian belakang rumah yang sebelumnya tidak pernah terdeteksi kemunculan api, kini juga sudah mulai 'terinvasi'.

"Waktunya acak, tempatnya berbeda-beda. Ada yang satu titik tiga kali ada yang berapa, gitu," ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro menuturkan, Pemkab menyiagakan bantuan 4-5 tabung APAR di kediaman Fia untuk keperluan kedaruratan.

Selain itu, linmas, relawan, regu TRC dan masyarakat setempat juga ikut aktif berjaga manakala api sewaktu-waktu muncul di rumah Fia atau area sekitarnya. Demikian pula unit pemadam kebakaran (Damkar) yang selalu standby.

"Kasihan mereka, udah sebelas hari tidur nggak nyenyak," ujarnya.

Tim peneliti dari UGM dan UPN "Veteran" Yogyakarta sendiri telah beberapa kali terjun ke lokasi untuk melakukan investigasi. Pakar UGM sementara menduga gas hidrogen (H2) sebagai pemicu, sementara tim UPN mensinyalir gas metana (CH4) menjadi penyebabnya.

Guru Besar dan Dekan Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) di UPN "Veteran" Yogyakarta, Basuki Rahmat mengatakan, titik api yang muncul di luar rumah kemarin semakin menguatkan bahwa kebakaran dipicu oleh gas metana.

"Semakin menguatkan bahwa di bawah permukaan (tanah) ini ada gas metana terus keluar ke udara. Molekul CH4 itu memang dia suka nempel pada molekul H2O (air), seperti kelembaban. Daerah yang lembab-lembab itu seneng (gas metana)," terangnya saat dijumpai di kediaman Fia.

Basuki menuturkan, tim geofisika dari kampusnya Rabu (3/6) pagi besok ini akan memetakan lapisan batuan di bawah permukaan tanah dan diduga kuat membawa gas metana.

(kum/dal)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |