Jakarta, CNN Indonesia --
Pengelola menggratiskan tiket masuk karena api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan mati sejak awal tahun 2026.
"Retribusi kita enggak narik dulu, soalnya kan apinya padam," kata Penata Penata Layanan Operasional Api Abadi Mrapen, Annas Rofiqi, kepada detikJateng di lokasi, Minggu (1/2).
Annas menyebut pihaknya berhenti menarik retribusi masuk sejak Api Abadi Mrapen itu padam persis pada Kamis 1 Januari 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak tanggal 1 (Januari) kita enggak tarik retribusi. Biasanya per orangnya itu Rp 2.500," jelas Annas.
Meski Api Abadi Mrapen sedang padam, Menurut Annas, pihaknya tetap melayani wisatawan yang datang untuk daya tarik lain di komplek wisata tersebut.
"Di sini juga ada Batu Bobot peninggalan Sunan Kalijaga, kemudian Sendang Dudo itu juga peninggalan Sunan Kalijaga. Kalau datang ke sini, kadang orang ziarah ke situ juga. Kita tetap layani, jadi enggak ada bedanya seperti hari biasa," terang Annas.
Annas menjelaskan pihaknya telah melaporkan kejadian ini kepada pihak terkait. Rencananya, pihak Dinas ESDM akan melakukan pemeriksaan minggu depan.
"Kita sudah laporan ke Dispora sebagai pengelola untuk bagaimana langkah ke depannya karena nantinya kan dari Dispora mengarahkan ke ESDM. Kita juga di sini enggak berani kalau misalkan mau menyedot tanpa ada riset dulu dari ESDM," ungkap Annas.
Annas menginginkan kondisi ini dapat segera ditangani oleh pihak terkait. Ia berharap saat perayaan Waisak nanti, sumber api itu sudah bisa digunakan kembali.
Berita selengkapnya di sini.
(gil)

1 hour ago
1

















































