Update Longsor Cisarua: Total 83 Body Pack Dievakuasi

1 hour ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Operasi pencarian dan evakuasi korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, telah memasuki hari ke-10 dengan 83 body pack telah dievakuasi.

Tim SAR gabungan berhasil menemukan tujuh body pack yang tersebar di beberapa sektor pencarian hingga Senin (2/2) pukul 17.30 WIB. Satu body pack ditemukan di worksite A2, satu di worksite A3, dan lima lainnya di worksite B2.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala SAR Kota Bandung, Ade Dian mengatakan secara kumulatif dari hari pertama kejadian hingga sore hari ini, total body pack yang berhasil dievakuasi berjumlah 83.

"Temuan hari ini menunjukkan bahwa strategi pencarian yang diterapkan masih efektif. Secara kumulatif hingga sore ini, total body pack yang berhasil dievakuasi sebanyak 83," katanya.

Namun demikian, jumlah body pack tersebut melebihi data awal korban dalam daftar pencarian. Ade Dian menjelaskan bahwa berdasarkan hasil identifikasi Disaster Victim Identification (DVI), terdapat kondisi di mana satu identitas korban terdiri dari lebih dari satu body pack.

"Jumlah body pack memang melebihi data pencarian, namun dari hasil identifikasi DVI terdapat body pack yang berisi lebih dari satu bagian tubuh dengan identitas tunggal, sehingga hal ini memungkinkan jumlah body pack lebih banyak dari data korban," jelasnya.

Terkait proses identifikasi, tim DVI telah melakukan identifikasi terhadap 63 body pack. Dari jumlah tersebut, 61 korban telah teridentifikasi, sementara 20 body pack masih dalam proses identifikasi lanjutan.

Dari 61 korban yang telah teridentifikasi, sebanyak 45 korban sesuai dengan daftar pencarian yang berjumlah 80 orang. Sementara itu, dua korban lainnya teridentifikasi namun tidak tercantum dalam daftar pencarian, yakni atas nama Kayla dan Albiansah, yang diduga merupakan tamu pada saat kejadian longsor.

"Ada dua korban yang teridentifikasi namun tidak tercantum dalam daftar pencarian, atas nama Kayla dan Albiansah. Berdasarkan laporan aparat setempat, keduanya diduga merupakan tamu yang menginap saat kejadian," ujar Ade Dian.

Selain itu, terdapat 14 korban lain yang telah teridentifikasi namun namanya tidak termasuk dalam daftar 80 korban pencarian. Dengan kondisi tersebut, hingga saat ini masih terdapat 35 korban yang belum dapat dipastikan identitasnya. Dari jumlah tersebut, 20 korban telah ditemukan dalam bentuk body pack dan saat ini masih menjalani proses identifikasi oleh tim DVI.

Sehubungan dengan perkembangan tersebut, SMC telah melakukan konsolidasi dengan Incident Commander dan perwakilan DVI. Atas arahan penuh Kepala Basarnas selaku SAR Coordinator, diputuskan bahwa operasi pencarian akan tetap dilanjutkan hingga masa tanggap darurat berakhir.

"Operasi pencarian akan tetap dilanjutkan sampai masa tanggap darurat selesai. Namun daftar pencarian tidak lagi menjadi target absolut, melainkan digunakan sebagai data pembanding dalam evaluasi operasi," kata Ade Dian.

Dalam pelaksanaan pencarian, tim SAR gabungan masih menghadapi sejumlah kendala teknis di lapangan. Salah satunya adalah korban yang terhimpit bebatuan besar, sehingga membutuhkan upaya ekstra untuk dapat dievakuasi.

"Tidak semua korban dapat ditemukan dengan mudah. Ada korban yang terhimpit bebatuan besar, sehingga tim di lapangan harus bekerja keras untuk menggeser atau mengangkat batu sebelum melakukan evakuasi," jelasnya.

Untuk operasi selanjutnya, tim SAR gabungan akan kembali melakukan penyisiran di sektor-sektor pencarian yang telah direncanakan dengan tetap mengedepankan keselamatan personel.

(csr/jal)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |