5 Kantor Pemkab Gowa Digeledah Terkait Dugaan Korupsi Seragam Rp16 M

2 hours ago 5

Makassar, CNN Indonesia --

Polda Sulawesi Selatan menggeledah lima kantor di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gowa pada Kamis (30/7) dalam penyidikan dugaan korupsi pengadaan seragam gratis untuk siswa SD dan SMP senilai Rp16 miliar.

Lima lokasi yang digeledah yakni Kantor Sekretariat Daerah (Setda), Inspektorat, Bappeda, Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), dan Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa.

"Hari ini, penggeledahan di Kabupaten Gowa di lima titik. Ini kami lakukan untuk mendukung penanganan kasus pengadaan seragam yang sedang kami tangani," kata Kasubdit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Sulsel, AKBP Jufri, Kamis (30/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam penggeledahan tersebut, penyidik menyita sejumlah dokumen yang berkaitan dengan proses pengadaan seragam sekolah, mulai dari tahapan pengadaan hingga penentuan jenis seragam.

"Ada beberapa surat dan dokumen yang berkaitan dengan pengadaan, pemilihan seragam, dan dokumen lain yang mendukung pembuktian perkara," ujarnya.

Jufri menjelaskan kasus tersebut merupakan dugaan korupsi pengadaan seragam sekolah beserta perlengkapannya untuk siswa SD dan SMP pada 2025 dengan nilai anggaran mencapai Rp16 miliar.

"Ini terkait laporan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan seragam sekolah beserta kelengkapannya SD dan SMP yang dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa. Nilai anggarannya sekitar Rp16 miliar," jelasnya.

Dalam penyidikan perkara ini, kata Jufri, pihaknya telah memeriksa 27 saksi, termasuk Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang. Penyidik juga kembali melayangkan panggilan kepada Muhammad Basri alias Om Bas alias BK untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

"Kami sudah melayangkan panggilan kedua kepada saudara Muhammad Basri alias Om Bas alias BK. Kami berharap beliau kooperatif dan memenuhi panggilan penyidik untuk memberikan keterangan terkait perkara yang sedang kami tangani," katanya.

Jufri mengatakan panggilan kedua telah dikirim setelah panggilan pertama tidak dipenuhi. Meski belum mempertimbangkan upaya paksa, penyidik meminta seluruh saksi yang dipanggil agar bersikap kooperatif.

"Kami minta semua saksi yang kami panggil, termasuk saudara BK, segera memenuhi panggilan penyidik untuk dimintai keterangan," katanya.

[Gambas:Youtube]

(mir/isn)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |