Jakarta, CNN Indonesia --
Tradisi keluarnya Gamelan Kyai Sekati (miyos gangsa) dalam rangka menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Keraton Kasunanan Surakarta diwarnai ketegangan.
Insiden adu mulut yang melibatkan anggota keluarga keraton terjadi di kawasan Masjid Agung, Solo, pada Rabu (19/8).
Peristiwa ini mencuat ke publik setelah rekaman videonya viral di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun Instagram @seputar_surakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam video tersebut, Pengageng Sasana Wilapa dari kubu Paku Buwono (PB) XIV Purbaya, GKR Panembahan Timoer Rumbay, tampak bersitegang dengan sekelompok pria berbaju batik yang berjaga di lokasi.
Pada cuplikan video lainnya, Rumbay juga terlihat terhalang saat hendak memaksa masuk ke Bangsal Pagongan.
Saat dikonfirmasi oleh awak media di Masjid Agung, GKR Panembahan Timoer Rumbay enggan memberikan banyak tanggapan untuk menghindari keributan yang lebih meluas.
"Nggak usah, saya nggak mau ramai," kata Rumbay seperti dikutip detikJateng, Rabu (19/8).
Menurut Rumbay, pemicu utama ketegangan tersebut adalah prosesi pengeluaran gamelan dari dalam keraton yang dinilainya dilakukan tanpa izin dari PB XIV Purbaya sebagai raja.
"Yang jelas mengambil gamelan tanpa seizin Sinuhun (PB XIV Purbaya) itu aja," bebernya.
Dalam insiden yang sempat diwarnai gesekan fisik tersebut, Rumbay juga membenarkan bahwa dirinya sempat terjatuh. "Iya (sempat jatuh) udah ya," tambahnya singkat sambil berlalu meninggalkan awak media.
Sementara itu, Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo, KPH Eddy Wirabhumi, yang berada di lokasi mengaku sempat berupaya melerai keributan.
Berbeda dengan kubu Rumbay, Eddy menegaskan bahwa prosesi keluarnya Gamelan Sekati tersebut sah dan sudah mendapatkan izin dari PB XIV Mangkubumi, selaku raja berdasarkan versi kubu mereka.
"Lha kami seluruh rangkaian acara sekaten kita selenggarakan bersama-sama Sinuhun (PB XIV Mangkubumi) juga instansi terkait," ujar Eddy.
Eddy juga menambahkan bahwa PB XIV Mangkubumi awalnya dijadwalkan hadir secara langsung untuk meninjau prosesi, namun rencana tersebut urung terlaksana.
"Tadi Sinuhun mau hadir sebenarnya. Nanti cari waktu yang pas," pungkasnya.
Selengkapnya di sini.
(gil)

4 hours ago
9

















































