Bupati Blora Pantau Perdagangan Hewan Ternak Jelang Iduladha 2026

15 hours ago 17

Jakarta, CNN Indonesia --

Bupati Blora Arief Rohman memastikan kelancaran perdagangan hewan ternak Iduladha 1447 Hijriah melalui pemantauan langsung di Pasar Hewan Pasar Pon Blora, Sabtu (16/5). Pemantauan juga bertujuan melihat peningkatan geliat ekonomi masyarakat pada musim kurban.

Dalam kunjungannya, Bupati mengakui bahwa terjadi penambahan transaksi sapi yang signifikan dibanding hari biasa. Jika pada kondisi normal penjualan sapi berkisar sekitar 300 ekor, maka mendekati Iduladha ini jumlah transaksi mencapai 600-800 ekor sapi.

"Menjelang Idul Adha ini aktivitas perdagangan ternak memang meningkat cukup signifikan. Ini menunjukkan perputaran ekonomi masyarakat juga sangat baik," kata Arief Rohman di Blora, Sabtu (16/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Permintaan tinggi atas hewan kurban memberikan dampak positif bagi peternak maupun pedagang sapi di Kabupaten Blora. Di Pasar Pon Blora, jenis sapi yang paling banyak diperjualbelikan untuk kebutuhan kurban antara lain sapi Limousin, Simental, dan Peranakan Ongole (PO).

Mayoritas sapi yang dijual merupakan sapi jantan dengan bobot berkisar 400-600 kilogram. Dengan harga rata-rata sekitar Rp15 juta per ekor, perputaran uang di Pasar Pon Blora diperkirakan mencapai sekitar Rp9 miliar selama momentum menjelang Iduladha.

Bupati Arief mengingatkan para pedagang agar tetap menjaga kesehatan hewan ternak, sehingga sapi yang diperjualbelikan betul-betul layak untuk kurban.

"Kami berharap aktivitas perdagangan ini bisa terus meningkatkan kesejahteraan peternak dan pedagang lokal, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi masyarakat," ujarnya.

Selain memantau aktivitas perdagangan, petugas juga melakukan penyemprotan disinfektan terhadap kendaraan pengangkut sapi di Pasar Hewan Pasar Pon Blora guna mencegah penyebaran penyakit hewan ternak.

Di tempat yang sama, para peternak dan pedagang sapi mengaku mendapat keuntungan lebih besar dibanding hari biasa karena tingginya permintaan hewan kurban.

Salah satu pedagang sapi, Nopung asal Kecamatan Bogorejo, Blora, mengatakan bahwa pada hari ini dirinya membawa tujuh ekor sapi dan berhasil terjual seluruhnya.

"Untuk hari ini saya membawa tujuh sapi dan laku semua, Mas. Harga per ekornya ada yang terjual Rp24 juta, Rp19 juta, dan Rp13 juta. Sapinya saya bawa dari Ketringan," ujarnya.

Ia juga menyebut, harga sapi menjelang Hari Raya Idul Adha mulai mengalami kenaikan dibanding hari-hari biasa.

"Untuk harganya kali ini mengalami kenaikan lebih dari Rp1 juta. Dan menjelang Idul Adha nanti kemungkinan akan naik lagi, terutama untuk sapi ukuran kecil. Kenaikannya cukup tinggi, tergantung kondisi dan kesehatan sapinya," tambah Nopung.

Hewan yang dijual di Pasar Pon ditegaskan harus steril dari penyakit, salah satunya adalah sakit mulut kuku. Kepala Bidang Kesehatan Hewan Blora, drh. Rasmiana menyampaikan bahwa Dinas Kesehatan melakukan penyemprotan disinfektan sebelum masuk ke lokasi pasar hewan.

Ia menambahkan, bahwa jika ditemukan hewan yang mengidap penyakit, ternak tersebut akan dicegah untuk dijual dan hendaknya dibawa pulang kembali.

"Sapi-sapi dari Pasar Pon Blora dipasarkan ke berbagai daerah di Pulau Jawa, mulai wilayah Jawa Barat seperti Cirebon, Jawa Tengah seperti Boyolali, Grobogan, Pati, dan Blora, hingga Jawa Timur seperti Bojonegoro, Lamongan, Tuban, Ngawi, dan Lumajang," kata drh. Rasmiana.

Aktivitas jual beli ternak di Pasar Hewan Pasar Pon Blora itu dinilai sebagai indikator peningkatan perputaran ekonomi masyarakat menyambut Iduladha.

(rea/rir)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |